Polisi: Keributan antarsuporter bola berawal saat Kafe Komandan dilempari

id Suporter serang,Persija,PSM,Polrestro Jakarta Selatan

Polisi: Keributan antarsuporter bola berawal saat Kafe Komandan dilempari

Aparat kepolisian berjaga-jaga di lokasi Kafe Komandan, Tebet, Jakarta Selatan. (Ist)

Dari pihak (suporter) PSM ada yang joget, diduga suporter Persija yang melintas itu melakukan pelemparan
Jakarta (ANTARA) - Pihak Polres Metro Jakarta Selatan menyebutkan keributan antarsuporter tim sepak bola berawal saat sekelompok orang melempari Kafe Komandan di Tebet yang menjadi lokasi nonton bareng pertandingan Final Piala Indonesia PSM melawan Persija.

Kapolres Metro Jakarta Selatan Komisaris Besar Polisi Indra Jafar di Jakarta, Selasa, mengatakan sekelompok orang itu melempari kafe diduga karena ada suporter PSM yang merayakan kemenangan timnya.

"Dari pihak (suporter) PSM ada yang joget, diduga suporter Persija yang melintas itu melakukan pelemparan," kata Indra.

Menerima informasi itu, Indra menyatakan petugas yang berjaga menghalau massa terlibat penyerangan guna mengantisipasi bentrokan.

Petugas juga sempat menembakkan gas air mata untuk membubarkan konsentrasi massa yang berpotensi terjadi keributan lebih besar.

Guna penyelidikan lebih lanjut, aparat memeriksa kamera tersembunyi dan meminta keterangan sejumlah saksi di lokasi kejadian.

Indra menegaskan acara nonton Final Piala Indonesia itu tidak memiliki izin namun polisi telah mengambil langkah untuk pencegahan bentrokan tersebut.

Sebelumnya, sekelompok orang yang tidak dikenal menyerang Kafe Komandan di Tebet, Jakarta Selatan, saat nonton bareng pertandingan Final Piala Indonesia antara Persija melawan PSM.

Peristiwa tersebut tersebar melalui akun media sosial instagram @makassar_info, Selasa malam, yang menampilkan sekelompok orang tidak dikenal melempari orang yang ada di dalam kafe tersebut.

Beberapa orang tak dikenal itu melemparkan batu dan petasan yang membuat para pengunjung kafe berlarian untuk menyelamatkan diri.
Pewarta :
Editor: Amirullah
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar