BI Wilayah Sulsel dukung program pemerintah tekan harga cabai

id BI Sulsel, tekan harga cabai, cabai sumbang inlasfi Sulsel, Makassar

BI Wilayah Sulsel dukung program pemerintah tekan harga cabai

Kepala Grup Advisory dan Pengembangan Ekonomi , Bank Indonesia wilayah Sulawesi Selatan Endang Kurnia Saputra di sela ekspose survei BI Sulsel di Makassar, Kamis (08/08/2019). ANTARA Foto / Suriani Mappong

Makassar (ANTARA) - Pihak Kantor Perwakilan Bank Indonesia Sulawesi Selatan mendukung berbagai program pemerintah daerah dalam menekan harga cabai di pasaran yang kini sudah mencapai Rp60 ribu per kilogram atau dua kali lipat dibanding harga normal.

Hal itu dikemukakan Kepala Grup Advisory dan Pengembangan Ekonomi , Bank Indonesia wilayah Sulawesi Selatan Endang Kurnia Saputra di Makassar, Kamis.

Dia mengatakan, pihak BI dalam upaya membantu pemerintah menekan inflasi pada komoditi tertentu telah dilakukan "cluster" di sejumlah daerah atau lokasi tertentu, misalnya cluster bawang merah di Kabupaten Enrekang dan juga cabai di Lapas Makassar.

Termasuk mendorong Pemkot Makassar dengan program tanam cabai di masing-masing rumah tangga, minimal untuk memenuhi kebutuhan konsumsi sendiri.

Berdasarkan data BI Sulsel diketahui, sumbangsih cabai merah menyumbang inflasi Sulsel pada Triwulan I 2019 tercatat 0,38 persen, sedang cabai rawit sekitar 0,15 persen.

Kondisi itu dipicu dari keterbatasan Sulsel memenuhi kebutuhan konsumsi cabai di daerah ini. Sebagai gambaran, kebutuhan cabai Sulsel 26.830 ton per tahun, namun yang dapat dipenuhi hanya sekitar 16.430 ton saja.

Akibatnya, Sulsel harus mendatangkan cabai dari provinsi lain yang tentu saja membutuhkan biaya transportasi tinggi dan juga membutuhkan "clod storage" agar komoditi itu tidak rusak dalam perjalanan. Kondisi itu, tentu memicu harga cabai ketika tiba pada konsumen tingkat rumah tangga.

Mencermati kondisi itu, dari hasil pertemuan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Sulsel mengembangkan luas tambah tanamn (LTT) tanaman cabai, baik cabai merah maupun cabai rawit.

"Kami mendukung penuh program Pemetintah Sulsel maupun pemeritah kabupaten/kota untuk menekan harga cabai di lapangan, salah satu caranya dengan membuat cluster yang diharapkan dapat direplikasi secara massif," katanya sembari mengimbuhkan, mengingat permasalahan capai pemicu inflasi ini cukup laten di Sulsel.

 
Pewarta :
Uploader: Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar