ANTARA pamerkan foto dokumenter 'Jalan Terjal Kedaulatan'

id LKBN ANTARA, pameran foto dokumenter, Makassar

Kepala Redaksi Foto Antara Prasetyo Utomo (kanan) bersama Kepala Dinas Pariwisata Sulsel Deni Iriawan, Kurator Hermanus Priihatna (tengah) dan Kepala Biro LKBN Antara Sulsel La Ode Masrafi (kiri) pada acara Pameran Foto Jalan Terjal Kedaulatan, di Benteng Rotterdam, Makassar, Kamis (8/82019). Sebanyak 53 foto kemerdekaan hingga pengakuan kedaulatan yang dipamerkan hingga 25 Agustus 2019 tersebut merupakan karya fotografer Indonesian Press Photo Servive (IPPHOS) yang dikoleksi LKBN Antara Foto. ANTARA FOTO/ril - Suriani Mappong

"Ini perlu diketahui oleh generasi muda yang berada pada zaman milenial, agar dapat menghargai hasil usaha pendauhulu kita untuk selanjutnya mengisiki kemerdekaan ini dengan prestasi, bukan dengan obat-obat terlarang atau tawuran," pungkasnya.
Makassar (ANTARA) -
Kepala redaksi unit pemberitaan foto LKBN Antara Prasetyo Utomo (kiri) bersama Kepala Dinas Pariwisata Sulsel Deni Iriawan (tengah) dan Ketua Panitia Adwit B Pramono (kanan) memperhatikan karya foto pada Pameran Foto Jalan Terjal Kedaulatan, di Benteng Rotterdam, Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis (8/82019). Sebanyak 53 foto kemerdekaan hingga pengakuan kedaulatan yang dipamerkan hingga 25 Agustus 2019 tersebut merupakan karya fotografer Indonesian Press Photo Servive (IPPHOS) yang dikoleksi LKBN Antara Foto. ANTARA FOTO/Abriawan Abhe/foc.
Lembaga Kantor Berita Nasional (LKBN) Antara memamerkan 53 karya foto dokumenter terbaik yang mengisahkan "Jalan Terjal Kedaulatan" yang merupakan bagian sejarah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

"Kami sangat mengapresiasi kegiatan yang dilakukan LKBN Antara ini, karena mengingatkan kita pada sejarah perjuangan pendirian negara ini," kata Kepala Dinas Kebudayaan dan Kepariwisataan Sulsel Deni Iriawan pada acara pembukaan Pameran Foto Dokumenter di Benteng Rotterdam, Makassar, Kamis malam.

Dia mengatakan, sebanyak 53 foto kemerdekaan hingga pengakuan kedaulatan yang dipamerkan hingga 25 Agustus 2019 di Benteng Rotterdam ini sesuatu yang luar biasa, sekaligus untuk menyosialisasikan kepada generasi milenial agar tidak melupakan sejarah.

Melalui kegiatan LKBN Antara tersebut, lanjut dia, sekaligus mengedukasi masyarakat dengan menyampaikan informasi melalui media foto. Sedang implikasi positifnya untuk sektor pariwisata, tentu akan menarik perhatian wisatawan baik lokal maupun mancanegara, sehingga lebih banyak lagi datang berkunjung ke Makassar.

"Apalagi ini berkaitan dengan momen peringatan HUT ke-74 Kemerdekaan RI, sehingga waktunya sangat pas," ujarnya sembari mengimbuhkan semoga kegiatan ini dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk mengisi kemerdekaan ini dengan hal-hal positif.
 
Ketua Panitia pameran foto dokumenter Antara Adwir B Pramono mengatakan, ide awal menggelar pameran ketika melintas di Museum Mendur Bersaudara menuju Manado. Adik kakak Alex dan Frans Mendur fotografer asal Minahasa yang koleksinya banyak disimpan di Kantor Berita Antara.

"Akhirnya ide membuat pameran foto dokumenter produksi tahun 1945 - 1949 ini mendapat sambutan dari kantor pusat, akhirnya pameran foto ini pun terlaksana," katanya.

Hal itu dibenarkan Kepala Redaksi Foto LKBN Antara Prasetyo Utomo. Dia mengatakan pihaknya sangat mendukung pelaksanaan pameran karya fotografer Indonesian Press Photo Servive (IPPHOS) yang dikoleksi LKBN Antara Foto.

Menurut dia, keunikan pameran foto ini yang membedakan dengan pameran foto lainnya, karena foto yang dipamerkan ini menggambarkan suasana tentang sejarah perjuangan meraih kemerdekaan dan lokasi pamerannya di tempat yang juga bersejarah.

Menanggapi pameran tersebut, salah seorang pengunjung Sri Wahyuni mengaku sangat takjub melihar karya foto dokumen sejarah perjuangan bangsa meraih kemerdekaan.

"Ini perlu diketahui oleh generasi muda yang berada pada zaman milenial, agar dapat menghargai hasil usaha pendauhulu kita untuk selanjutnya mengisiki kemerdekaan ini dengan prestasi, bukan dengan obat-obat terlarang atau tawuran," pungkasnya.

Pada pameran tersebut turut hadir Kurator yang juga Editor Foto LKBN Antara Hermanus Prihatna dan Kepala Perwakilan LKBN Antara Biro Sulawesi Selatan La Ode Masrafi beserta para undangan dari kalangan mitra, fotografer, mahasiswa dan masyarakat umum.
Pewarta :
Editor: Suriani Mappong
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar