Bupati : Lutim potensial penyeberangan feri

id bupati lutim,HM Thorig Husler,penyeberangan feri,galangan kapal,danau matano,Dirjen Transportasi Sungai Darat dan Penyeberangan Kementerian Perhubunga

Bupati : Lutim potensial penyeberangan feri

Bupati Luwu Timur HM Thorig Husler (lima kanan) foto bersama Tim Audiensi Dirjen Transportasi Sungai, Darat dan Penyeberangan Kementerian Perhubungan di Ruang kerja Bupati Luwu Timur, Malili, Kamis (8/8/2019). ANTARA Foto/HO/Humas Kominfo Lutim

Malili (ANTARA) - Bupati Luwu Timur (Lutim), Sulawesi Selatan, HM Thorig Husler mengatakan Kabupaten Lutim sangat potensial untuk fasilitas penyeberangan feri karena didukung alam dan objek wisata daerah tersebut.

"Pemerintah Kabupaten Luwu Timur sangat siap bersinergi dengan Pemerintah pusat untuk menghadirkan pengembangan sarana transportasi di kedua danau tersebut," kata bupati saat menerima Tim Audiensi  Dirjen Transportasi Sungai, Darat dan Penyeberangan Kementerian Perhubungan terkait pembangunan galangan kapal di Danau Matano dan Towuti Lutim, di Ruang kerja Bupati Luwu Timur, Malili, Kamis (8/8).

Menurut dia, sarana transportasi penyeberangan saat ini masih dikelola oleh masyarakat lokal setempat, belum ada fasilitas penyebrangan yang berkualitas seperti kapal Feri.

Terkait hal ini,  Husler sangat berharap adanya sarana transportasi yang layak bagi masyarakat setempat, utamanya penduduk yang masih gunakan transportasi tradisional.

Sementara itu, Kepala Seksi Transportasi Sungai, Darat dan Penyeberangan Kementerian perhubungan, Fahmi mengatakan proses pengerjaan fasilitas transportasi tersebut butuh waktu sekitar dua tahun, dan setelah selesai proses pengerjaan kapal bisa langsung digunakan beroperasi.

"Pengadaan galangan kapal tersebut juga nantinya akan mampu menyerap tenaga kerja masyarakat setempat, baik pada saat pembangunan, perakitan kapal, maupun setelah beroperasi," ujarnya.

Selain itu, pemerintah daerah juga sudah pernah melakukan sosialisasi tentang keselamatan dalam bertransportasi air sekaligus pembagian alat keselamatan kerja bagi pekerja di sungai, danau dan laut.

Menurut Fahmi, setelah di Luwu Timur, rencananya akan dibangun galangan kapal Feri di wilayah Sulawesi Tenggara, sehingga akan ada pengaturan rute jalur Feri di perairan teluk Bone juga. Hal ini juga dibenarkan oleh Bahar Latief selaku Kasi LLASDP Balai Transportasi Darat Sulselbar.

"Kami juga sangat mengharapkan kerjasama Pemda dan maayarakat setempat dalam mendukung pelaksanaan pekerjaan galangan kapal tersebut, termasuk dengan pemberian izin prinsip atau izin industri sesuai yang telah diatur," tutup Catur yang merupakan kontraktor pelaksana.
Pewarta :
Uploader: Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar