Warga Mulusan Gunung Kidul terima hewan kurban Presiden Jokowi

id Hewan kurban,Gunung Kidul,Presiden Jokowi

Warga Mulusan Gunung Kidul terima hewan kurban Presiden Jokowi

Hewan kurban Presiden Joko Widodo telah tiba di Pedukuhan Watugilang B, Desa Mulusan, Kecamatan Paliyan, Kabupaten Gunung Kidul. Hewan kurban sapi simental berukuran jumbo berat 1,2 ton. (Foto ANTARA/Sutarmi)

Gunung Kidul (ANTARA) - Warga Pedukuhan Watugilang B, Desa Mulusan, Kecamatan Paliyan, Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, menerima hewan kurban sapi simental berbobot 1,2 ton dari Presiden Joko Widodo.

Warga yang merawat hewan kurban itu, Budi Raharjo, di Gunung Kidul, Jumat, mengatakan sapi dari Presiden Jokowi tiba di rumahnya sekitar 10.00 WIB.

"Sapi berwarna hitam kecoklatan kombinasi putih itu dalam kondisi sehat. Sementara ini, kondisi sapi masih lelah perjalanan, sehingga makannya belum banyak," kata Budi.

Ia mengatakan sebelum disembelih untuk kurban pada Minggu (11/8), sapi tersebut akan mendapatkan perawatan ekstra dengan pakan yang diberikan dalam keadaan segar, agar kesehatan sapi dalam kondisi prima. Selain itu, dirinya akan berkoordinasi dengan puskeswan supaya mendapat vitamin.

"Pakan hijauan. Selain itu, akan diberi konsentrat dan bekatul, atau ampas tahu," katanya.

Budi mengatakan sapi ukuran sebesar ini memiliki harga ratusan juta rupiah. Namun begitu, dirinya tidak mengetahui harga sapi pemberian presiden itu.

"Kalau melihat dari postur dan jenisnya harga sapi ini mencapai Rp100 juta karena bobot perkiraanya 1,1 ton sampai 1,2 ton," kata dia.

Pantauan di lokasi, keberadaan sapi berukuran jumbo itu menarik perhatian warga. Selain melihat, warga sekitar juga memberanikan diri mendekat dan mencoba memberi makan sapi itu.

"Kalau sapi berukuran sebesar ini ya jarang bisa di temui di Gunung Kidul," pungkas dia.

Selain itu, untuk keamanan sendiri dirinya bertanggung jawab penuh. Sehingga jika malam hari tiba sapi itu akan terus diawasi agar tidak terjadi hal yang tak diinginkan.

"Saya awasi sendiri, kalau tidak diikat di luar nanti ya saya masukan ke dalam kandang karena di dalam kandang juga ada sapi," katanya.
 
Pewarta :
Editor: Suriani Mappong
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar