Warga di Kabupaten Maros kesulitan dapatkan gas elpiji 3 kg

id gas elpiji 3 kg, warga Kabupaten Maros,Elpiji langka

Gas elpiji kemasan 3 kg. (Antara)

Makassar (ANTARA) - Warga Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, sejak pagi hingga malam takbiran kesulitan mendapatkan gas elpiji tabung 3 kilogram, sehingga aktivitas memasak makanan khas seperti burasa dan lemang menjadi terganggu.

"Kami terpaksa memasak berjam-jam dengan menggunakan kayu bakar setelah mencari rating-ranting pohon di kampung tetangga," kata salah seorang warga Kelurahan Alatengngae, Kecamatan Bantimurung, Sam di Kabupaten Maros, Sulsel, Sabtu malam.

Dia mengatakan, sehari sebelumnya sebagian warga sudah melakukan aktivitas masak-memasak untuk persiapan Hari Raya Idul Adha 1440 Hijriah.

Namun gas elpiji 3 kg langka dan sejak awal Agustus sudah menghilang di tingkat pengecer, lebih parah menjelang hari raya. Kondisi ini hampir merata di 14 kecamatan di Kabupaten Maros, hanya wilayah perbatasan dengan Kota Makassar, yakni Kecamatan Mandai yang masih bisa mendapatan tabung gas elpiji ukuran 3 kg.

Hal itu diakui Mustafa, salah seorag warga Mandai, Maros. Menurut lelaki paruh baya ini, di sekitar rumahnya masih ada yang jualan gas elpiji 3 kg, meskipun jumlah penjualnya dapat dihitung dengan jari.

Menyikapi kondisi tersebut, dia meminta pemerintah segera melakukan operasi pasar agar warga tidak bertambah resah.

"Meskipun pemerintah setempat dan pihak Pertamina menjamin gas elpij i3 kg aman, namun kenyataannya di lapangan sulit menemukannya," ujarnya.

Sementara itu, Kadis Perindag Sulsel Hadi Basalama pada keterangan terpisah mengakui adanya kelangkaan di tingkat pengecer, namun di tingkat pangkalan gas elpiji 3 kg cukup aman.

Berkaitan dengan hal itu, lanjut dia, semua yang masuk dalam Tim Pengedali Inflasi Daerah (TPID, Sulsel) diminta untuk memantau hingga distribusi paling akhir.
Pewarta :
Uploader: Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar