Kakanwil Kemenkum HAM Sulbar lantik Kepala BPOM jadi PPNS

id kanwil kemenkum ham sulbar,lantik kepala bpom,ppns

Kakanwil Kemenkum HAM Sulbar lantik Kepala BPOM jadi PPNS

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Sulawesi Barat Harun Sulianto melantik dan mengambil sumpah jabatan Kepala Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Mamuju, Netty Nurmuliawaty, Selasa (13/8). (Foto Humas Kanwil Kemenkum HAM Sulbar)

Mamuju (ANTARA) - Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Sulawesi Barat Harun Sulianto melantik dan mengambil sumpah jabatan Kepala Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Mamuju, Netty Nurmuliawaty menjadi Pejabat Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS).

Pelantikan yang berlangsung di Aula Kanwil Kemenkum HAM Sulbar pada Selasa itu, sesuai Peraturan Menteri Hukum dan HAM Nomor 5 tahun 2016, yakni sebelum melaksanakan tugasnya, PPNS di daerah dilantik dan mengucapkan sumpah/janji di hadapan Kepala Kanwil Kemenkum HAM.

Kepala Kanwil Kemenkum HAM Sulbar Harun Sulianto mengatakan bahwa kejahatan di bidang obat dan makanan berdampak serius bagi kesehatan masyarakat

"Produksi dan penjualan obat tradisional, suplemen kesehatan, kosmetik dan pangan olahan ilegal hendaknya diawasi secara ketat," kata Harun.

Ia berharap agar peningkatan kesadaran masyarakat dapat dilakukan melalui kepedulian terhadap pangan olahan yang aman serta mengajak UMKM membuat jamu/obat tradisional yang aman, bermutu serta berdaya saing.

"Adanya kewenangan penindakan PPNS badan BPOM sesuai Perpres Nomor 80 tahun 2017 menuntut peningkatan profesionalisme dan perlunya koordinasi dengan penegak hukum lain, seperti Polri dan Kejaksaan," harap Harun.

Sementara itu, Kepala BPOM di Mamuju Netty Nurmuliawaty usai diambil sumpahnya mengatakan, saat ini pihaknya tengah melakukan sosialisasi baik secara langsung maupun melalui media sosial terkait penggunaan kantong plastik (kantong kresek)

"Saat ini yang menjadi isu aktual tentang penggunaan kantong plastik untuk mengemas pangan terutama plastik hasil daur ulang yang dikhawatirkan berasal dari kantong plastik bekas kemasan pestisida dan zat kimia lainnya yang berbahaya bagi kesehatan," ujar Netty.

Selain itu lanjutnya, BPOM juga melakukan pengawasan terhadap makanan jajanan bagi anak sekolah (PJAS) yang beberapa waktu lalu ditemukan adanya kandungan zat kimia berbahaya (formalin, boraks dan rhodamin B)

BPOM Mamuju tambah Netty, juga sedang melakukan penyidikan terhadap pelaku pengedaran Obat, pangan olahan dan kosmetik ilegal.
Pewarta :
Editor: Suriani Mappong
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar