Dukung semangat kemerdekaan GrabBike kampanye #Anti Ngaret

id GrabBike, armadadaring, tepat waktu, Makassar

suasana aktivitas transportasi daring dan penumpang yang sudah menggunakan jasa GrabBie di Makassar, Selasa (13/082010). ANTARA Foro/ lHO/Humas GRabBike

Makassar (ANTARA) - Semangat untuk mendukung setiap orang agar lebih tepat waktu dalam mengejar berbagai hal dan mengisi kemerdekaan ini, GrabBike mendukung kampanye #AntiNgaret hadir di 8 kota besar di Indonesia, salah satu diantaranya Kota Makassar.

General Manager Marketing Grab Indonesia, Daniel Van Leeuwen dalam keterangan persnya di Makassar, Selasa mengatakan, meski ngaret telah menjadi kebiasaan yang tidak bisa dihindarkan oleh masyarakat Indonesia, sebagian besar orang justru tak ingin terjebak dalam kebiasaan terus-terusan mengulur waktu.

Karena itu, salah satu moda transportasi daring yang beroperasi di Indonesia, GrbaBike menggelar kampanye #AntiNgaret di 8 kota besar di Indonesia, yakni Semarang, Yogyakarta, Medan, Bandung, Makassar, Surabaya, Palembang dan Jabodetabek.

Dia mengatakan, GrabBike adalah armada pendukung untuk mereka yang terus mengejar berbagai hal yang berarti, tentunya dengan ketepatan waktu penjemputan. Dengan jumlah armada yang memadai serta informasi mengenai estimasi waktu kedatangan mitra pengemudi saat memesan, pengguna dapat tiba di tujuan dengan lebih cepat.

“Hal ini sejalan dengan misi baru kami untuk mendorong Indonesia maju dengan meningkatkan kualitas hidup masyarakat dengan menciptakan akses kepada layanan harian berkualitas tinggi dan juga aman,” ujarnya.

Sebagai bentuk dukungan penuh kepada para pejuang #AntiNgaret, Grab menawarkan lima kemudahan dari GrabBike agar pelanggan dapat lebih memaksimalkan waktu mereka, dan mendapatkan armada GrabBike lebih cepat.

Lima kemudahan tersebut yakni Grab punya 5 juta titik jemput untuk penjemputan lebih akurat. Grab memiliki tim pemetaan khusus, yang bertugas mengidentifikasi dan menciptakan titik penjemputan baru di berbagai lokasi di Indonesia.

Sementara itu, Sosiolog dan Peneliti Independen Bayu A Yulianto mengatakan, "Ngaret telah menjadi kebiasaan orang Indonesia yang sudah menjadi 'tradisi' di mana sulit untuk ditinggalkan.

Asumsi bahwa orang Indonesia tak bisa lepas dari ngaret kini sudah menjadi stereotype karena mereka sulit menjaga waktu, khususnya ketika membuat janji dalam sebuah pertemuan.

"Dampaknya, produktivitas bisa terganggu. Untuk bisa meminimalisir kebiasaan yang sudah menjamur sebagai fenomena sosial ini, masyarakat sebetulnya bisa memanfaatkan transportasi online sebagai armada pendukung mereka dalam mencapai tempat tujuan dengan nyaman dan cepat," katanya.

Dalam mendukung kampanye #Anti Ngaret itu, Grab memiliki lebih dari 90 orang tim pemetaan di Indonesia yang akan membuat perjalanan para pejuang #AntiNgaret dengan GrabBike menjadi lebih optimal.

Tim tersebut bertugas membangun point of interest (POI) dan titik hijau sebagai lokasi penjemputan untuk memudahkan proses perjalanan mitra pengemudi dan penumpang Grab. Dengan demikian, rute yang diarahkan juga lebih efisien dan estimasi waktu tiba menjadi lebih akurat dan akan menambah ketepatan waktu.
Pewarta :
Uploader: Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar