
Kawasan Je'neberang Perlu Jadi Prioritas Rehabilitasi

Makassar (ANTARA News) - Kawasan Je'neberang dan Sa'dang, Sulawesi Selatan (Sulsel), perlu menjadi prioritas rehabilitasi lahan kritis pada 2010, kata Guru Besar Fakultas Kehutanan Universitas Hasanuddin Prof Dr Ir Moh Restu, Jumat.
Menurut dia, kedua kawasan tersebut mengalami kerusakan lingkungan dan eskosistem yang sangat parah.
"Kedua kawasan itu masuk dalam kategori prioritas satu yang harus segera direhabilitasi, bila tidak ingin bencana kemanusiaan yang ditimbulkan lebih besar dari bencana 2004 di kaki Gunung Bawakaraeng," katanay di Makassar.
Dia mengatakan, berdasarkan hasil pemetaan kerusakan hutan di Sulsel, kawasan Je'ne Berang yang meliputi Kabupaten Gowa, Takalar, Jene Ponto hingga Kabupaten Sinjai, apabila tidak dilakukan percepatan rehabilitasi, longsor dan bencana alam lain dapat terjadi lagi.
Dua wilayah yang akan merasakan dampak jika longsoran lumpur dari Sungai Je'ne Berang tidak mampu dibendung lagi oleh DAM Bili-Bili adalah Kabupaten Gowa dan Kota Makassar.
Kondisi serupa juga akan terjadi di Kawasan Sa'dang yang meliputi Kabupaten Enrekang, Tana Toraja, Sidrap, Pinrang dan sekitarnya.
Sementara dari pembagian prioritas tingkat kerusakan hutan dan lahan, lanjut Restu, pada prioitas pertama seluas 15,2 ribu hektare (ha) yang di dalamnya sudah mencakup Kawasan Je'ne Berang dan Sa'dang. Sedang prioritas kedua seluas 473.583 ha dari sekitar 638 ribu ha total lahan kritis yang ada di Sulsel.
Untuk mempercepat pelaksanaan rehabilitasi tersebut, ia mengatakan, dapat dilakukan melalui "air seeding" atau penebaran benih melalui udara. Benih yang digunakan dalam bentuk "ball seeding" atau bola benih pada lahan yang tingkat kerusakannya masuk dalam kategori prioritas satu.
Pada kategori prioritas dua hingga lima, dapat menggunakan "bullet seeding" atau kapsul benih dengan menggunakan partisipasi masyarakat setempat atau pihak yang ditunjuk.
"Misalnya meminta partisipasi masyarakat yang tinggal di pegunungan untuk menebarkan kapsul bibit itu sepanjang jalan yang mereka lewati," ujarnya. (T.S036/N002)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
