Gubernur Sulsel: ASN naik pangkat otomatis pada Oktober 2019

id Antara Sulsel,antaranews.com, asn naik pangkat otomatis, hm nurdin abdullah

Gubernur Sulawesi Selatan HM Nurdin Abdullah pada acara penganugerahan tanda kehormatan satya lencana karya satya lingkup Pemprov Sulsel di Ruang Pola Kantor Gubernur, Jumat, (16/8). ANTARA FOTO/HO/Humas Pemprov Sulsel

Makassar (ANTARA) - Gubernur Sulawesi Selatan HM Nurdin Abdullah mengatakan seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) lingkup Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Selatan tidak perlu repot lagi mengurus kenaikan pangkat ataupun pensiun karena akan mulai menikmati kenaikan pangkat dan atau pensiun otomatis pada Oktober 2019.

Kebijakan kenaikan pangkat otomatis tersebut dikeluarkan Gubernur Sulsel Prof HM Nurdin Abdullah dan sudah dijalankan saat ini menjadi Bupati Bantaeng selama 10 tahun.

"Untuk layanan internal Insyaallah bapak ibu sekalian mulai bulan Oktober nanti kita tidak lagi harus mengurus pangkat," ucap Nurdin Abdullah saat memberi sambutan pada acara penganugerahan tanda kehormatan satya lencana karya satya lingkup Pemprov Sulsel di Ruang Pola Kantor Gubernur, Jumat

Menurut Nurdin Abdullah, di bawah kepemimpinan dirinya dan Andi Sudirman Sulaiman sebagai Wakil Gubernur Sulsel dan seluruh pihak terkait, tentunya akan senantiasa mendorong inovasi-inovasi di Pemprov untuk dirasakan bersama.

"Jadi bapak ibu tinggal menunggu penyerahan kenaikan pangkat, tidak perlu lagi harus menyiapkan dokumen, menyiapkan macam-macam. Saya 10 tahun memimpin daerah sebagai Bupati Bantaeng itu yang pertama saya lakukan, tidak boleh pegawai menghabiskan waktu hanya mondar mandir ke BKD hanya urus pangkat," jelas mantan Sekjen Apkasi Indonesia ini.

Dengan kebijakan tersebut, Nurdin mengharapkan para ASN akan lebih fokus bekerja dan meningkatkan kinerja.

"Kita kurangi bertatap muka, kita semua fokus kerja saja. Fokus kerja, urusan pangkat itu urusan BKD bukan urusan kita dan kita usahakan. Kenapa ini harus lakukan supaya tidak ada dusta di antara kita," kata alumnus Universitas Jepang itu.

Kebijakan tersebut menurut Gubernur sudah ditandatangani dan segera diberlakukan. Dengan kebijakan itu pula, anggaran pensiuan ASN juga otomatis masuk di rekening masing-masing.

"Jadi itulah inovasi-inovasi yang kita bikin, kenapa ini kita lakukan masa pengabdian kita sekian puluhan tahun diakhiri dengan penderitaan terakhir dengan SK ini, SK itu," ujarnya.
Pewarta :
Editor: Laode Masrafi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar