Layanan Konsultasi BNN Sulsel hadir di pusat perbelanjaan

id BNN Sulsel,Layanan konsultasi,Pusat perbelanjaan

Kepala Seksi Penguatan Lembaga Rehab BNN Sulsel, Bambang Wahyudi di Makassar, Senin (19/08/2019). ANTARA Foto/Nur Suhra Wardyah

Makassar (ANTARA) - Pelayanan konsultasi Badan Nasional Narkotika (BNN) Provinsi Sulawesi Selatan kini semakin dekat menjangkau masyarakat melalui sarana konsultasi yang hadir pada pusat perbelanjaan seperti Mal Panakkukang dan Trans Studio Mal Makassar.

"Jadi yang ingin mengetahui lembaga maupun informasi terkait program rehabilitasi tidak harus datang ke kantor tetapi bisa datang ke gerai kita di TSM dan Mal Panakukang," ungkap Kepala Seksi Penguatan Lembaga Rehab BNN Sulsel, Bambang Wahyudi di Makassar, Senin.

Setiap pekan, kata dia, pihak BNN memiliki jadwal ke gerai tersebut untuk menyampaikan edukasi kepada masyarakat terkait program rehabilitasi. Layanan tersebut bekerja sama dengan Polrestabes Makassar.

"Khusus di TSM, layanan ini berada di Gerai SIM," katanya.

Sosialisasi ini terus menjalin sinergi dengan instansi pemerintah dan lembaga pendidikan untuk proses pencegahan dan penyuluhan, sehingga jika ditemukan pengguna narkoba akan segera ditangani oleh bagian rehabilitasi.

"Pihak BNN sudah melakukan pelatihan untuk proses rehabilitasi kepada petugas di rumah sakit seperti ke dokter jiwa dan perawat jiwa. Bukan hanya itu, petugas lainnya pun banyak yang dilibatkan dalam pelatihan tersebut," ujarnya.

Bambang mengemukakan, untuk mendapatkam layanan rehabilitasi saat ini sudah tidak sulit, sebab hampir semua rumah sakit dan puskesmas di Sulsel telah bekerja sama dengan BNN, sehingga pasien bisa melakukan proses rawat inap maupun jalan. Penggunaan narkoba terbanyak di Sulsel ialah jenis sabu.

"Karena itu untuk proses rehabilitasi harus diketahui dulu jenis narkotika apa yang dipakai, pemakaian berapa lama. Ini akan menjadi acuan terhadap tindakan apa yang akan diberikan pada tahap rehabilitasi," tuturnya.

Bambang juga mengapresiasi masyarakat yang telah memiliki kesadaran karena telah berani datang ke BNN untuk dilakukan proses rehabilitasi. Hal ini tentu akan mengurangi pengguna narkoba di Sulsel, meski pun diakui tidak signifikan.

BNN Sulsel akan terus menyosialisasikan bahaya narkoba dan pencegahan bagi yang terlanjur kecanduan, meski data 2017-2018 menunjukkan bahwa pengguna narkotika mengalami penurunan.

Program Rehabilitasi BNN Sulsel yaitu :

1. Rehabilitasi Medis

Rehabilitasi medis adalah suatu proses pengobatan secara terpadu untuk membebaskan pecandu dari ketergantungan narkotika. Rehabilitasi medis pecandu narkotika dapat dilakukan di rumah sakit yang ditunjuk oleh Menteri Kesehatan, baik rs pemerintah atau masyarakat.

2. Rehabilitasi Sosial

Rehabilitasi sosial adalah proses pemulihan terpadu, baik fisik, mental maupun sosial agar bekas pecandu narkotika dapat kembali melaksanakan fungsi sosial dalam kehidupan masyarakat.

3. Tim Asesmen Terpadu

Tujuannya untuk mengetahui sejauh mana tingkat kecanduan dan perab penyalahguna dalam tindak pidana narkoba.

4. Pasca Rehabilitasi

a. Layanan Intensif adalah program rumah damping. Dimana klien tinggal selama 50 hari di rumah dampung dan mendapat pemahaman mengenai pertahanan diri, motivasi, serta berbagai macam kegiatan yang sifatnya produktif. Mereka akan dibimbing oleh pendamping tersertifikasi.

b. Layanan pasca rehabilitasi reguler adalah layanan yang sasarannya adalah klien yang mempunyai kegiatan/aktivitas. Layanan inu merupakan kegiatan konseling individu tentang isu pemulihan klien.

c. Rawat lanjut (kunjungan rumah/pemantauan) adalah program dimana klien yang telah mengikuti layanan intensif atau reguler akan didampingi/dipantau oleh petugas yang ditunjuk untuk menjaga pemulihan serta mencegah agar ketergantungan datang lagi.
Pewarta :
Uploader: Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar