Produksi jagung di Mamuju turun akibat kemarau

id Kemarau Mamuju,Jagung,Kemarau

Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Holtikultura Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Kabupaten Mamuju, Busriadi di Mamuju, 19/8 (Antaranews/M Faisal Hanapi)

Mamuju (ANTARA) - Produksi jagung petani di Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat mengalami penurunan akibat kemarau yang terjadi di daerah itu sejak dua bulan terakhir.

"Terjadinya kemarau menyebabkan produktivitas jagung mengalami penurunan di Kabupaten Mamuju," kata Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Holtikultura Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Kabupaten Mamuju, Busriadi di Mamuju, Senin.

Ia mengatakan kalau sebelumnya produksi jagung di Mamuju ini mencapai tujuh ton per hektare, maka selama musim kemarau melanda maka turun menjadi lima ton per hektare.

Menurut dia, tidak ada antisipasi yang bisa membuat produktivitas jagung di Mamuju tidak menurun akibat kemarau, kecuali pemerintah pusat  membantu petani di Kabupaten Mamuju dengan varietas yang lebih unggul.

"Ke depan Pemerintah Kabupaten Mamuju berharap agar diberikan bantuan bibit jagung yang tahan ketika kemarau terjadi dan tahan hama, sehingga kemarau tidak menjadi ancaman bagi petani," katanya.

Sementara itu Aco, seorang petani Desa Kasambang Kecamatan Tapalang mengatakan, tanaman jagung di Desa Tapalang mulai mengalami kekeringan sejak kemarau melanda.

"Para petani terancam merugi sebab modal mereka cukup besar untuk tanaman bertanam jagung," katanya.

Menurut dia, hasil panen jagung yang biasanya menjanjikan untuk peningkatan kesejahteraannya akan tidak bisa dirasakan karena kemarau.

Karena itu, menurut dia, para petani butuh bantuan pemerintah guna mengantisipasi ancaman kemarau.


 
Pewarta :
Uploader: Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar