Paguyuban petani sebut harga cabai di Jatim sudah turun

id harga cabai di Jatim,Inflasi juli

Paguyuban petani sebut harga cabai di Jatim sudah turun

Cabai merah. ANTARA/Arnas Padda

Surabaya (ANTARA) - Harga komoditas cabai rawit di berbagai pasar di Jawa Timur termasuk Surabaya mulai turun, karena persediaan terus bertambah dan beberapa daerah mulai panen.

"Harga cabai mulai turun, diharapkan terus turun karena beberapa daerah sentra cabai di Jawa Timur mulai panen. Khusus cabai merah besar biasa dan varietas gada serta imola harganya masih fluktuatif, namun petikan panen sudah mulai," kata Ketua Paguyuban Petani Cabai Indonesia Jawa Timur Suyono saat dikonfirmasi di Surabaya, Jatim, Selasa.

Berdasarkan data di beberapa pasar, cabai rawit yang sebelumnya di kisaran Rp78.000/kg kini menjadi Rp75.000/kg, untuk cabai merah besar keriting saat ini sekitar Rp56.000/kg dari sebelumnya Rp62.000/kg, dan cabai merah besar biasa turun dari Rp51.000/kg menjadi Rp42.000/kg.

Untuk harga cabai merah keriting dan cabai merah biasa, kata dia, di sentra cabai wilayah Pare, Kediri juga cenderung terus menurun, dan sesuai data distributor di sentra Kepung Pare dan Plosoklaten, Kediri untuk cabai besar varietas gada saat ini Rp22.000/kg turun Rp4.000/kg yang sebelumnya Rp26.000/kg.

Kemudian cabai merah besar varietas imola Rp24.000/kg atau turun Rp4.000/kg menjadi Rp20.000/kg, cabai merah besar keriting rata-rata masih tetap Rp44.000/kg, sedangkan cabai rawit merah kecil varietas pusaka brengolo Rp67.000/kg, cabai rawit varitas manu prenthul dijual dengan harga Rp64.000/kg serta cabai varietas kencana rata-rata dijual dengan harga Rp64.000/kg.

Sebelumnya, kenaikan harga cabai khususnya rawit mendorong inflasi pada Juli 2019 menjadi 0,16 persen, sesuai catatan Badan Pusat Statistik (BPS) setempat.

Kepala BPS Jatim Teguh Pramono mengatakan, inflasi Juli 2019 lebih tinggi jika dibandingkan Juli 2018 yang mengalami inflasi sebesar 0,07 persen.

Teguh mengatakan, pada Juli 2019 dari tujuh kelompok pengeluaran, enam kelompok mengalami inflasi dan satu sisanya mengalami deflasi.

Inflasi tertinggi adalah kelompok sandang sebesar 0,93 persen, kemudian diikuti kelompok bahan makanan sebesar 0,83 persen, kelompok kesehatan sebesar 0,14 persen, kelompok pendidikan, rekreasi, dan olahraga sebesar 0,10 persen, kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar, serta kelompok makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau sebesar 0,08 persen.

 
Pewarta :
Editor: Suriani Mappong
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar