Usaha Bangladesh kirim pengungsi Rohingya kembali gagal

id Pemulnagan pengungsi Rohingya,Usaha Bangladesh gagal

Muslim Rohingya, yang menyelamatkan diri dari penindasan dalam operasi militer di Negara Bagian Rakhine, Myanmar, menunggu tentara Benggala datang dan membawa mereka ke kamp pengungsi di Cox's Bazar, Bangladesh, pada Desember 2017. (Firat Yurdakul/Anadolu Agency) (Anadolu Agency)

Cox's Bazaar, Bangladesh (ANTARA) - Usaha Bangladesh untuk mulai memulangkan ribuan Muslim Rohingya yang tinggal di kamp-kamp pengungsi gagal pada kamis setelah hampir 300 keluarga pengungsi menolak kembali ke Myanmar, hamp[ir setahun setelah upaya serupa gagal di tengah-tengah protes.

Pekan lalu para pengungsi tersebut mengatakan mereka sudah sepakat pada 22 Agustus sebagai permulaan untuk pemulangan 3.450 orang yang dibersihkan oleh Myanmar, dari lebih 730.000 orang yang melarikan diri ke Bangladesh akibat aksi militer di Negara Bagian Rakhine pada 2017, dan sekarang berdiam di berbagai kamp yang tersebar.

Perserikatan Bangsa-Bangsa mengatakan tindakan keras di negara bagian itu yang terletak di Mynamar Utara dilakukan dengan "maksud genosida". Walaupun penguasa Myanmar mengatakan mereka siap menerima siapa saja yang kembali. Para pengungsi telah menolak kembali karena takut akan mengalami kekerasan lagi.

Sejak rencana itu diumumkan, staf PBB dan para pejabat Bangladesh telah mewawancarai mereka yang lolos untuk pulang, diseleksi dari daftar lebih 22.000 yang dikirim oleh Bangladesh ke Myanmar untuk menentukan apakah mereka ingin pulang.

Tak seorangpun dari 295 keluarga yang sudah diwawancara hingga sekarang sudah sepakat untuk pulang, kata seorang pejabat pertolongan Bangladesh, Mohammad Abul Kalam, walaupun bus-bus dan truk-truk sudah disiapkan untuk membawa mereka melintasi perbatasan.

"Ini proses yang terus berlangsung," kata Kalam, komisaris pemulangan dan pertolongan pengungsi Bangladesh, kepada Reuters melalui telepon.

"Kami mewawancarai keluarga-keluarga yang lain yang sudah diperiksa oleh pemerintah Myanmar dan jika siapa saja menyatakan kesediaan untuk pulang kami akan memulangkan mereka. Semua persiapan dan fasilitas sudah disiapkan."

Min Thein, direktur di Kementerian Sosial Myanmar, mengatakan kepada Reuters bahwa para pejabat dikirim untuk menyambut kedatangan di pusat-pusat penerimaan di perbatasan.

Sumber: Reuters
 
Pewarta :
Editor: Suriani Mappong
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar