Puji Lestari ingin populerkan Panjat tebing melalui global climbing day

id panjat dinding,Global Climbing Day,puji lestari

Puji Lestari (ANTARA/HO/Global Climbing Day)

Sebelum Asian Games, panjat dinding masih sangat asing di Indonesia. Namun, setelah ajang itu, mulai banyak yang mengenal dan mau mencoba. Semoga Global Climbing Day bisa memicu rasa ingin tahu tentang panjat dinding semakin besar
Jakarta (ANTARA) - Peraih medali emas Asian Games 2018, Puji Lestari, memiliki misi memopulerkan olahraga panjat dinding di Indonesia melalui acara Global Climbing Day yang berlangsung di Jakarta, Sabtu.

Global Climbing Day merupakan acara yang diadakan The North Face secara serentak di seluruh dunia. Total ada 297 climbing gym yang melakukan acara serupa di berbagai negara.

"Senang rasanya bisa ada acara seperti ini. Dengan kegiatan ini olahraga panjat tebing bisa semakin dikenal sekeligus diminati di Indonesia," kata Puji.

Melalui acara hari memanjat global itu, Puji mengajak para pendaki lokal berlatih bersama di Paradigm Fitness, Sudirman, Jakarta

Puji mengakui, olahraga panjat dinding belum banyak dikenal masyarakat Indonesia. Dengan adanya acara Global Climbing Day, Puji berharap banyak penggiat olahraga mau menjajal olahraga panjat dinding.

"Sebelum Asian Games, panjat dinding masih sangat asing di Indonesia. Namun, setelah ajang itu, mulai banyak yang mengenal dan mau mencoba. Semoga Global Climbing Day bisa memicu rasa ingin tahu tentang panjat dinding semakin besar," tutur Puji melalui keterangan tertulis.

Pada Asian Games 2018, Puji mendapat medali emas pada nomor relay beregu putri. Adapun di nomor individu, speed relay, Puji meraih medali perak.

The North Face secara global telah mendukung kegiatan olahraga climbingselama lebih dari 50 tahun dan memperkenalkan "Walls are Meant for Climbing" pada tahun 2016.

"Walls are Meant for Climbing" adalah
kampanye untuk mendorong semua orang bekerja bersama mengatasi tantangan, berani melampaui batas-batas yang ada, dan mengembangkan komunitas yang dipersatukan oleh perbedaan melalui sikap menghormati dan saling memahami satu sama lain.
 
Pewarta :
Editor: Amirullah
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar