Petani cabai di Sleman resah oleh marak pencurian di sawah

id Petani cabai,Sleman,Harga cabai,Pencurian cabai,Cabai

Petani cabai di Sleman resah oleh marak pencurian di sawah

Salah satu petani cabai di Kabupaten Sleman. (Foto Antara/ Victorianus Sat Pranyoto)

Sleman (ANTARA) - Sejumlah petani cabai di Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, mengaku resah akibat maraknya pencurian cabai di area sawah mereka.

"Saat ini harga cabai masih lumayan tinggi, namun petani justeru resah karena maraknya pencurian cabai di sawah," kata Lasemi (56) petani cabai di Desa Donoharjo, Kecamatan Ngaglik, Sleman, Selasa.

Menurut dia, di wilayahnya sering terjadi aksi pencurian cabai. Namun, pelakunya susah diketahui.

"Aksi pencurian biasanya dilakukan pada malam hari. Biasanya batang cabai yang berbuah lebat dipotong dan dibawa pergi," ungkapnya.

Ia mengatakan, saat ini harga jual cabai merah keriting mencapai Rp44 ribu per kilogram di tingkat petani.

"Ini seharusnya selain bisa kembali modal, juga bisa berharap meraup keuntungan. Memang dengan harga segitu sama saja petani berjudi karena perawatan juga mahal," ucapnya.

Lasemi mengatakan, selama ini dirinya sudah membuang ratusan batang tanaman cabai, karena serangan penyakit yang mengakibatkan tanaman cabai menjadi putih dan layu.

"Untuk mengatasinya harus rutin menyemprot pestisida pada tanaman cabai di lahan. Setidaknya dua kali dalam seminggu. Kalau sampai dicuri kan kerugiannya jadi bertambah banyak," katanya.

Ia mengatakan, untuk mencegah pencurian, setiap malam ada yang menjaga. Terutama menjelang panen.

"Kasihan kalau sudah susah-susah menanam tapi dicuri," ujarnya.

Kasus pencurian cabai ini sempat dipergoki oleh pemilik lahan saat memetik cabai. Namun, dua pelaku berhasil meloloskan diri dengan meninggalkan cabai hasil curian dan sepeda motor yang digunakan.

Kapolsek Ngemplak Kompol Wiwik Haritulasmi mengatakan aksi pencurian itu terjadi di Desa Umbulmartani, Ngemplak pada Minggu malam (1/9).

'Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, korban yakni Subronto (64) yang pada saat kejadian tengah mengecek sawah miliknya yang ditanami cabai," tuturnya.

Sekitar pukul 19.20 WIB, pemilik sawah melihat ada dua orang tidak dikenal sedang memetik cabai dengan menggunakan lampu senter.

"Korban kemudian meminta bantuan warga. Karena aksinya kepergok, pelaku kabur melarikan diri," katanya.

Saat polisi melakukan penyisiran, di sawah tersebut tertinggal sepeda motor tanpa pelat nomor.

Kuat dugaan motor tersebut digunakan pelaku untuk mendatangi lokasi kejadian, dan ditinggalkan oleh pelaku setelah kepergok warga.

"Apalagi di motor itu ada satu kantong plastik berisi cabai seberat lima kilogram," tambahnya.

Wiwik meminta agar warga waspada terhadap beragam aksi kejahatan. Terlebih lagi, harga cabai saat ini cukup mahal, hingga hampir Rp50 ribu per kilogram.

"Masyarakat harus waspada karena pelaku kejahatan bisa beraksi setiap saat. Terlebih para petani yang menanam cabai siap panen, karena saat ini menjadi incaran pelaku kejahatan," katanya.
Pewarta :
Editor: Suriani Mappong
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar