Papua Terkini - MUI dorong pemerintah gelar dialog terkait Papua

id Papua,damai papua, majelis ulama indonesia, mui

Papua Terkini - MUI dorong pemerintah gelar dialog terkait Papua

Pembacaan deklarasi kesepakatan bersama dalam rangka menjaga Papua tanah damai yang dibacakan Ketua Majelis Rakyat Papua (MRP) Timotius Murib, ditandai saling berpegangan tangan di Jayapura, Kamis malam (5/9) (ANTARA News Papua/Evarukdijati)

Jakarta (ANTARA) - Majelis Ulama Indonesia (MUI) pusat mendorong pemerintah segera meggelar dialog dengan tokoh adat, agama dan masyarakat untuk menemukan solusi dan pemecahan masalah yang dapat mengakomodasi aspirasi seluruh kelompok kepentingan di Papua.

"Dialog tersebut harus melibatkan pemerintah pusat dan pemerintah daerah," kata Wakil Ketua Umum MUI pusat Zainut Tauhid Sa'adi saat dihubungi di Jakarta, Jumat.

Dengan adanya dialog tersebut diharapkan bisa melahirkan solusi yang adil, komprehensif serta dapat diterima semua pihak terkait konflik beberapa waktu lalu.

Kemudian, MUI pusat juga meminta aparat keamanan agar menindak tegas, menangkap, dan memeroses hukum kelompok atau oknum yang memicu kerusuhan atas tindakan rasis terhadap masyarakat Papua khususnya mahasiswa di Surabaya.

"Penindakan juga terhadap aktor intelektual dan provokator kerusuhan di Papua yang ingin memecah belah masyarakat Papua," katanya.

Untuk penyelesaian masalah Papua, MUI menyarankan pemerintah untuk mengambil langkah-langkah bijak dan tegas baik melalui pendekatan dialog, kultural maupun penegakan hukum serta Hak Asasi Manusia (HAM).

Masalah Papua harus ditangani secara serius dan hati-hati dengan mencari solusi yang komprehensif sehingga tidak menimbulkan ekses negatif bagi kehidupan berbangsa dan bernegara.

Terakhir, organisasi tersebut mengajak semua pihak untuk ikut membantu menjaga suasana aman dan kondusif dengan tidak melakukan tindakan yang justru dapat memanaskan situasi di Papua.

"Kita berharap masalah Papua dapat segera diatasi dan dicarikan solusinya secara baik dan bermartabat," katanya.


Pewarta :
Editor: Suriani Mappong
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar