Melalui pameran Maison et Objet, Indonesia bidik pasar industri interior dan furniture Prancis

id Indonesia-Prancis,desain interior,industri kreatif,Parc des Expositions,Maison et Objet,Paris Prancis

Duta Besar RI untuk Prancis Arrmanatha Nasir meresmikan Paviliun Indonesia dalam pameran desain interior dan furniture "Maison et Objet" di Paris, Prancis pada Jumat (6/9/2019). (KBRI Paris)

Jakarta (ANTARA) - Indonesia membidik pasar industri kreatif untuk desain interior dan furniture kontemporer Prancis melalui pameran Maison et Objet yang berlangsung di Parc des Expositions, Paris pada 6-10 September 2019.

Paviliun Indonesia menjadi pusat perhatian dalam pameran tersebut dengan menampilkan karya-karya desain interior dan furniture yang inovatif, kreatif, dan modern kontemporer dari 24 desainer Indonesia.

Paviliun Indonesia mendiskripsikan kekayaan alam Indonesia dengan mengusung tema "Tropical Living", seperti disampaikan dalam keterangan tertulis KBRI Paris yang diterima di Jakarta, Sabtu.

Duta Besar RI untuk Prancis Arrmanatha Nasir menyampaikan bahwa produk yang di tampilkan di pavilliun Indonesia adalah bagian kecil dari produk hasil perancang interior Indonesia yang modern, memiliki kreativitas dan kualitas tinggi, dan inovatif.

Dia menyebutkan bahwa produk furniture yang dihasilkan Indonesia juga dibuat dari proses yang berkelanjutan dan mendukung upaya pelestarian lingkungan.

Pada kesempatan tersebut, Dubes Arrmanatha menegaskan kehadiran Paviliun Indonesia dalam pameran Maison et Objet adalah bagian dari upaya meningkatkan ekspor produk industri kreatif dengan menerobos pasar perdagangan desain interior Prancis dan Eropa, sekaligus memperkenalkan kemampuan perancang Indonesia dalam menghasilkan karya berkualitas tinggi.

"Saya dorong buyer dari Prancis untuk tingkatkan impor furnitur mereka dari Indonesia, yang saat ini nilainya baru mencapai sekitar 30 persen dari total ekspor furnitur Indonesia ke Uni Eropa," ujar dia.

Lebih lanjut Arrmanatha mendorong agar para pembeli, distributor, manufaktur serta perancang funitur yang hadir di paviliun Indonesia memanfaatkan kesempatan itu untuk mengetahui lebih dalam kemampuan dari perancang dan manufaktur furnitur Indonesia.

Prancis dan Uni Eropa merupakan salah satu penghasil, sekaligus konsumen furnitur terbesar dunia. Diperkirakan konsumsi furnitur mencapai hingga 1,5 hingga dua persen dari daya beli per kapita yang bernilai 2,8 triliun dolar AS.

Dalam pameran itu, Paviliun Indonesia menghadirkan merk-merk terkemuka, seperti AIEVL, Alfath Kurniadi, Bermock, Budi Pradono, Bika, Conture, Djalin, Du’anyam, Dua Lighting, Juno Home, Kandura, Kayou, Moire Rugs, Keratons, Nouvwerks, Pala Nusantara, Rattan of Indonesia, Roa, Siji, Spedagi, Supper Rattan, Threadapeutic, UMA Design, dan Vivere.

Keberadaan Paviliun Indonesia di Maison et Objet Paris 2019 terselenggara atas kerja sama antara Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf), Himpunan Desainer Interior Indonesia (HDII), dan KBRI Paris.

Maison et Objet Paris merupakan salah satu pameran terbesar di Eropa untuk karya desain interior atau seni gaya hidup, yang telah berlangsung sejak 1995.

Pameran itu menghadirkan lebih dari 3.000 peserta pameran dari seluruh negara, sehingga menjadi barometer bagi karya seni interior bernilai tinggi.
 
Pewarta :
Editor: Amirullah
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar