Wali Kota Parepare kehilangan sosok BJ Habibie

id habibie wafat,walikota parepare

Wali Kota Pare-pare HM Taufan Pawe saat berada di rumah kelahiran BJ Habibie di Kota Pare-pare, Sulawesi Selatan. FOTO/HO/Zulkifki

Makassar (ANTARA) - Menerima kabar duka Presiden ke-3 Indonesia Bacharuddin Jusuf (BJ) Habibie wafat, Wali Kota Parepare HM Taufan Pawe menyampaikan rasa duka mendalam dan ikut berbelasungkawa atas musibah itu.

"Saat peresmian Monumen Cinta Sejati Habibie Aninun tahun 2015 lalu, dia (BJ Habibie) mengganti nama saya menjadi Taufan Dahsyat" kenangnya kepada wartawan, Rabu malam.

Masyarakat Kota Parepare juga merasakan duka mendengar kabar BJ Habibie wafat di RSPAD Gatoto Subroto, Jakarta.

Taufan juga merasa kehilangan sosok yang dia jadikan sebagai inspirasi saat membangun Parepare, baik dari segi infrastuktur maupun karakter kota.


 

Wali Kota dua periode ini mengajak seluruh masyarakat Kota Pare-pare dan seluruh warga Indonesia untuk mendoakan almarhum BJ Habibie.

"Sebagai masyarakat, pemerintah dan pribadi, saya mengajak seluruh masyarakat untuk mendoakan beliau semoga diberi tempat yang paling layak di sisiNya dan semoga bentuk pengabdiannya bagi negeri dan bangsa di negeri ini menjadi amal jariah," tuturnya.

Ia menambahkan wafatnya Bapak Demokrasi Bangsa dan seorang tokoh kemajuan teknologi menjadi duka Indonesia karena kehilangan orang yang menjadi kebanggaan Indonesia dan di mata dunia.

"Duka ini duka kita semua, dan saya juga mengajak seluruh masyarakat untuk mengibarkan bendera merah putih setengah tiang sebagai bentuk penghormatan yang mendalam bagi masyarakat Kota Parepare," katanya

Taufan sempat menceritakan kedekatannya dengan BJ Habibie baik itu dalam perbincangan biasa maupun melalui pesan media sosial untuk saling tukar informasi mengenai pembangunan Kota Parepare yang menjadi kota kelahirannya.

"Beliau setiap saat mengirimkan saya gambar dan kata-kata yang bisa menginspirasi melalui pesan whatsApp. Saya dengan Bapak BJ Habibie sering saling tukar informasi mengenai pembangunan Kota Parepare, terakhir ia kirimkan saya pesan bulan Agustus, beberapa hari setelah masuk di rumah sakit," ungkapnya.*
 
Pewarta :
Editor: Laode Masrafi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar