Polres Mamuju lakukan mediasi penyelesaian kasus tambang di Kecamatan Bonehau

id polres mamuju,kasus tambang,bonehaui mamuju,PT Manakarra Multi Mining

Aktivitas tambang di Kecamatan Mamuju Kabupaten Mamuju, Kamis (12/9/2019). ANTARA/M. Faisal Hanapi)

Mamuju (ANTARA) - Polres Mamuju akan melakukan mediasi penyelesaian kasus dugaan penghentian aktivitas tambang di Kecamatan Bonehau yang dilakukan oknum kepala desa dan tokoh adat.

"Kami sudah terima PT Manakarra Multi Mining yang aktivitas pengangkutan bijih mangannya diduga dihentikan oknum kepala desa dan tokoh adat," kata Kapolres Mamuju AKBP Rivai Arvan di Mamuju, Kamis.

Pihaknya akan melakukan proses mediasi atas laporan tersebut dengan harapan kejadian tersebut tidak terulang lagi pada masa mendatang.

"Kami sesalkan kasus tindakan kepala desa dan tokoh adat yang menghentikan aktivitas tambang, dan kasus ini sedang dalam penyelidikan, namun tetap akan dilakukan upaya mediasi," katanya.

Sebelumnya, Kepala Desa Bonehau, Kabupaten Mamuju dilaporkan ke Polres Mamuju karena dianggap menghalangi pengangkutan bijih mangan oleh PT Manakarra Multi Mining.

Direktur Utama PT Manakarra Multi Mining, Hasan Aspul mengatakan penghalangan pengangkutan bijih mangan dari area "crusher" di Desa Bonehau ke Stokpile Belang Belang berdasarkan keterangan karyawannya.

"Perusahaan sudah dihalangi oknum kades dan tokoh adat di Bonehau mereka sudah berusaha menghentikan kegiatan kami, karena mereka menuntut insentif dan ini seperti pungutan liar pungli (pungli) kepada perusahaan kami," katanya.

Ia berharap, aparat hukum dapat menindak oknum kades dan tokoh adat di Desa Bonehau karena menghalangi aktivitas perusahaannya.

Kepala Teknik Tambang PT Manakarra Multi Mining Nurdin Ashat menyayangkan sikap oknum Kades Bonehau dan tokoh adat karena menghalangi perusahaan yang bisa menjadi tempat bekerja masyarakat di Kabupaten Mamuju.

"Sebagai putra daerah Mamuju kami sangat kecewa dan menyesalkan tindakan Pak Desa yang cenderung tidak mau melihat daerah Mamuju berkembang dan hanya mementingkan diri sendiri saja," katanya.

Ia berharap, perusahaannya bisa mendapatkan keadilan sesuai aturan dan perundang-undangan yang berlaku.
 
Pewarta :
Uploader: Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar