"Kalalatu" karhutla di Kalsel kotori rumah penduduk

id karhutla di Kalsel,Kalalatu kotori rumah,Kalalatu di Kalsel

"Kalalatu" karhutla di Kalsel kotori rumah penduduk

Petugas BPBD Kalsel berupaya memadamkan api yang membakar lahan gambut di Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Rabu (11/9/2019). . ANTARA FOTO/Bayu Pratama S/foc. (ANTARA FOTO/BAYU PRATAMA S)

Banjarmasin (ANTARA) - Puing-puing dari sisa-sisa kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang betebaran di udara di Kalimantan Selatan yang disebut "Kalalatu", kini banyak terlihat membuat kotor rumah-rumah penduduk setempat.

Pantauan ANTARA Kalsel di Banjarmasin, Jumat melaporkan, kalalatu banyak beterbangan mengikuti arah angin dan sebagian ada yang terdampar pada pekarangan serta teras/beranda rumah-rumah penduduk.

Sebagai contoh teras depan rumah keluarga Dewi di Kelurahan Pemurus Dalam Kecamatan Banjarmasin Selatan, tampak kalalatu berhamburan dan abu yang merupakan dampak dari karhutla.

"Kalalatu ini sudah dua kali disapu (dibersihkan) yaitu pagi dan siang, tapi sore ini begini keadaannya. Kalau tidak disapu sejak pagi hingga sore lebih banyak lagi kalalatu dan abu dari dampak karhutla," ujar perempuan beranak dua tersebut.

Ia mengaku, terpaksa harus membersihkan/menyapu kalalatu dan abu karhutla tersebut, karena jika tidak kotoran itu bisa kena anak-anak, dan memandang pun tak enak.

Perempuan dari dua bersaudara itu menerangkan, kalalatu dan abu karhutla tersebut sudah sepekan terakhir mengotori rumah atau bagian terasnya yang tampak sekali.

"Kita berharap, seiring upaya pemadaman karhutla yang terus-menerus belakangan ini, tebaran kalalatu dan abu menjadi berkurang atau habis samasekali," demikian Dewi.

Sementara kabut asap hampir sepanjang siang (sejak pagi) Jumat (13/9) menyelimuti "kota seribu sungai" Banjarmasin, ibu kota Kalsel yang terdiri atas 13 kabupaten/kota tersebut.

Namun kabut asap yang menyelimuti kota berjuluk seribu sungai tersebut tidak setebal kamaren Kamis (12/9) yang jarak pandang jelas ketika pagi menjelang siang hari hanya sekitar setengah kilometer.

Kecuali beberapa kawasan tertentu di wilayah Kota Banjarbaru, menurut informasi, kabut asap masih semakin tebal, kandati menjadi salah satu pusat bombardirnya bom air.
Pewarta :
Editor: Suriani Mappong
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar