BPJS Ketenagakerjaan mengajak mahasiswa UMI lebih inovatif di era digital

id Kuliah Umum UMI, BPJS Ketenagakerjaan

BPJS Ketenagakerjaan mengajak mahasiswa UMI lebih inovatif di era digital

Foto bersama mahasiswa UMI dengan Dewan Pengawas Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan, DR Poempida Hidayatulloh dan Kepala Kantor BPJS Ketenagakerjaan Cabang Makassar, Dodit Isdiyono setelah Kuliah Umum di Auditorium Al-Jibran Kampus UMI Makassar, Sabtu (14/09/2019). ANTARA/Humas BPJS Ketenagakerjaan

Mahasiswa sebagai generasi-generasi penerus bangsa harus memiliki inovasi sekaligus menciptakan solusi dalam menghadapi era digital
Makassar (ANTARA) - Dewan Pengawas Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan, Dr Poempida Hidayatulloh mengajak mahasiswa Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar agar semakin inovatif terhadap perkembangan tekhnologi di era digital.

"Mahasiswa sebagai generasi-generasi penerus bangsa harus memiliki inovasi sekaligus menciptakan solusi dalam menghadapi era digital," ucap Poempida saat menyampaikan kuliah umum di Auditorium Al-Jibran Kampus UMI Makassar, Sabtu.

Kuliah umum dengan tema "Peluang dan Tantangan Mahasiswa di Era Digital" itu dihadiri 700 lebih mahasiswa.

Kata DR Poempida, perkembangan teknologi tidak menghilangkan kesempatan mahasiswa untuk terjun ke dunia kerja sebab masih banyak potensi lain yang melahirkan peluang lain. Oleh karena itu mahasiswa harus memiliki inovasi dan solutif terhadap segala permasalahan perkembangan zaman.

Menurutnya, teknologi semakin berkembang pesat, salah satu contohnya program society 5.0 yang telah diluncurkan Negara Jepang.

Society 5.0 atau masyarakat 5.0 merupakan era baru dalam kehidupan bermasyarakat yang sudah terintegrasi dengan sistem teknologi berupa IoT (Internet Of Things) dan AI (Kecerdasan buatan) yang dapat memproses big data dan menganalisa data tersebut.

Society 5.0 adalah konsep teknologi masyarakat yang berpusat pada manusia dan berkolaborasi dengan teknologi (AI dan IoT) untuk menyelesaikan masalah sosial yang terintegrasi pada ruang dunia maya dan nyata.

"Contohnya di bidang pengiriman. Anda harus menunggu lama untuk pengiriman pesanan Anda dari luar kota, tetapi dengan teknologi Society 5.0 memungkinkan barang yang Anda pesan secara online bisa sampai dengan cepat dan tepat sasaran," jelas Dr Poempida.

Hal tersebut terjadi, kata dia, karena bantuan teknologi AI dan IoT. Sistem AI mengontrol drone untuk mengirimkan pesanan sampai pada tujuan dengan cepat dan tepat.

"Hal-hal seperti inilah yang harus mulai dipikirkan dan ditanamkan kepada Generasi Muda Indonesia," kata Poempida.

Pada kuliah umum tersebut juga diisi dengan Sosialisasi Program BPJS Ketenagakerjaan oleh Kepala Kantor BPJS Ketenagakerjaan Cabang Makassar, Dodit Isdiyono.

Dodit menyampaikan segala aktivitas hidup khususnya pekerjaan akan lebih baik jika memiliki perlindungan Jaminan sosial seperti yang ditawarkan BPJS Letenagakerjaan sebagai salah satu lembaga pemerintah. Jaminan yang dimaksud antara lain; Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), Jaminan Kematian (JKm), Jaminan Hari Tua (JHT) dan Jaminan Pensiun (JP).

"Agar kita semua merasa tenang dalam melakukan aktivitas kerja dan menjadi jaminan di hari tua," kata Dodit.
Pewarta :
Editor: Amirullah
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar