PLN aliri listrik dua desa di Kabupaten Luwu Utara

id PLN Sulselrabar, UP3 Palopo,Luwu utara

PLN aliri listrik dua desa di Kabupaten Luwu Utara

Penyalaan secara simbolis listrik masuk desa oleh PLN Sulselrabar bersama Bupati Luwu Utara, Indah Putri Indriani di Desa Tandung dan Desa Kanandede Kecamatan Rongkong Kabupaten Luwu Utara. ANTARA Foto/HO-Humas PLN

Makassar (ANTARA) - PLN Unit Induk Wilayah (UIW) Sulselrabar (Sulawesi Selatan, Barat dan Tenggara) kembali menerangi dua desa di Luwu Utara, dengan mengalirkan listrik ke Desa Tandung dan Desa Kanandede Kecamatan Rongkong.

Humas PLN Wilayah Sulselrabar, Eko Wahyu Prasongko di Makassar, Selasa menyampaikan PLN telah menarik jaringan sepanjang 14,4 km untuk 114 pelanggan. Selain itu, PLN juga memasang empat gardu distribusi dengan total daya 125 kVA.

"Listrik masuk desa itu sangat membahagiakan masyarakat setempat yang tidak lagi terbatas melakukan aktivitas sehari-hari, utamanya pada hal yang berkaitan dengan penggunaan listrik," ungkapnya.

Sementara Manajer PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Palopo, Raditya mengatakan banyak dampak positif yang ditimbulkan dengan masuknya listrik di desa. Potensi ekonomi dinilai bisa semakin berkembang karena listrik bukan hanya penerangan semata, namun juga meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

"Kami bersyukur masyarakat dapat menikmati listrik, walaupun medan dan tantangannya cukup berat," kata Raditya.

Ia berharap anak-anak dari desa terpencil nan indah itu dapat menghasilkan generasi emas penerus bangsa yang nantinya dapat menjadi pemimpin di masa depan.

Sebelumnya, hadir dalam penyalaan secara simbolis yakni Bupati Luwu Utara Indah Putri Indriani, Ketua DPRD Luwu Utara, dan Kepala Dinas PUPR.

Indah Putri Indriani menyampaikan bahwa listrik dapat menjadi penopang kegiatan yang produktif bagi masyarakatnya, bukan hanya sebagai penerang di kala gelap tetapi lebih dari itu.

"Dengan adanya listrik, kami berharap dapat meningkatkan ekonomi masyarakat di desa ini," tutur Indah.
 
Pewarta :
Uploader: Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar