"To Malaqbi" di Sulbar penjabaran Pancasila

id To Malaqbi,diskominfo sulbar,pancasila,Safaruddin Sanusi DM

"To Malaqbi" di Sulbar penjabaran Pancasila

Kepala Dinas Komunikasi Informatika Persandian dan Statistik Provinsi Sulbar, Safaruddin Sanusi DM, pada kegiatan Forum Aksi Pendidikan Berkarakter Pancasila yang digelar Kementerian Komunikasi dan Informatika RI , Senin (7/10/2019) ANTARA/M Faisal Hanapi

Mamuju (ANTARA) - Program "To Malaqbi" atau berbudi pekerti luhur di Provinsi Sulawesi Barat adalah program yang menanamkan nilai dan karakter Pancasila.

"Pencanangan program To Malaqbi di Sulbar merupakan penjabaran dari nilai pendidikan karakter Pancasila," kata Kepala Dinas Komunikasi Informatika Persandian dan Statistik Provinsi Sulbar, Safaruddin Sanusi DM, di Mamuju, Senin.

Ia mengatakan kegiatan Forum Aksi Pendidikan Berkarakter Pancasila yang digelar Kementerian Komunikasi dan Informatika RI yang digelar di Sulbar untuk menanamkan pendidikan karakter pancasila pada generasi Sulbar.

"Tujuannya agar generasi muda diberi bekal sehingga ada keteladanan dalam diri kita, tentang pancasila yang bisa berpengaruh kepada masyarakat dan lingkungan, agar berbudi pekerti luhur," katanya.

Menurut dia, semangat gotong royong, kebhinekaan persatuan dan kesatuan, menuju Indonesia maju mesti dimiliki generasi muda.

Safaruddin mengatakan, pancasila harus terus menerus diamalkan generasi muda dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara sehingga pendidikan karakter pancasila harus terus dilaksanakan.

"Inti Pancasila ialah bagaimana bergotong royong serta membumikan Pancasila dalam kehidupan sehari-hari sesuai dengan perkembangan teknologi yang ada.

Ia menyampaikan, Pancasila sebagai dasar negara, pandangan hidup dan ideologi bangsa Indonesia, tidak hanya menjadi pedoman dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara, tetapi juga dapat menjadi salah satu alat pendewasaan dalam kehidupan bermasyarakat.

Karena, Pancasila banyak mengajarkan nilai leluhur bangsa indonesia, seperti gotong royong, tolong menolong, saling menghargai perbedaan dan saling memaafkan.

"Nilai tersebut sangat penting di tengah masyarakat indonesia yang beragam suku, agama, ras, bahasa, budaya dan lain-lain," ujarnya.
Pewarta :
Uploader: Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar