Anggota DPR inginkan pemerintah reformasi sektor industri nasional

id reformasi sektor industri,dpr ri,pks

Anggota DPR inginkan pemerintah reformasi sektor industri nasional

Anggota DPR RI periode 2019-2024 dari Fraksi PKS, Saadiah Uluputty. (Dok Humas PKS)

Jakarta (ANTARA) - Anggota DPR RI periode 2019-2024 dari Fraksi PKS, Saadiah Uluputty, menginginkan pemerintah benar-benar mereformasi sektor industri sebagai upaya menggairahkan perekonomian nasional di tengah lesunya ekonomi global.

"Pemerintah perlu fokus mendorong sektor industri. Jadikan industri sebagai prime mover," kata Saadiah Uluputty dalam rilisnya di Jakarta, Selasa.

Menurut dia, dalam rangka meningkatkan dinamika ekonomi diperlukan sesuatu sebagai penggerak mesin pertumbuhan, dan industri merupakan pilihan yang harus didorong.

Saadiah yang berasal dari Maluku itu menekankan bahwa industri itu semestinya menjadi mesin pertumbuhan untuk memenuhi kebutuhan barang dan jasa baik domestik maupun orientasi ekspor.

Ia juga menyoroti pentingnya peningkatkan kemampuan SDM serta inovasi teknologi yang dilakukan secara bersamaan, guna lebih mendorong hilirisasi dalam perindustrian nasional.

Sebelumnya, ekonom Lucky Bayu Purnomo menilai bahwa revitalisasi industri pengolahan perlu menjadi perhatian pemerintah dalam melanjutkan agenda reformasi struktural untuk mencapai pertumbuhan ekonomi yang berkualitas.

"Tidak berkembangnya industri pengolahan berdampak pada kinerja perdagangan Indonesia. Keunggulan sumber daya alam yang ada di Indonesia juga belum banyak diolah menjadi produk bernilai tambah tinggi. Akibatnya, Indonesia masih mengalami defisit transaksi berjalan," ujar Lucky Bayu Purnomo yang juga Direktur Eksekutif LBP Institut ketika dihubungi di Jakarta, Senin (7/10).

Menurut dia, reformasi struktural utamanya didorong oleh revitalisasi industri pengolahan, dan tetap terus mendorong pembangunan infrastruktur yang berkelanjutan. Ia optimistis, revitalisasi industri pengolahan, seperti manufaktur yang berorientasi ekspor dapat memperbaiki kinerja perdagangan Indonesia.

Lucky menambahkan revitalisasi industri pengolahan sektor komoditas dengan membangun smelter juga perlu ditingkatkan.

"Selama ini kita mengekspor minyak sawit dan tambang yang belum diolah, kalau kita olah bahan itu bisa menghasilkan nilai transaksi yang lebih tinggi, kita juga akan mendapatkan devisa," kata Lucky.

Pemerintah, lanjut dia, harus dapat melakukan upaya agar Indonesia dapat menjadi lokasi produksi barang atau perakitan barang akhir untuk kemudian diekspor atau di konsumsi pasar domestik.

Lucky menambahkan perbaikan industri pengolahan juga nantinya dapat menciptakan lapangan pekerjaan bagi masyarakat yang akhirnya meningkatkan pendapatan masyarakat yang kemudian mendorong daya beli masyarakat.

"Kalau pendapatannya naik, konsumsi rumah tangga juga naik, yang akhirnya juga menjaga stabilitas ekonomi nasional," katanya.


 
Pewarta :
Editor: Suriani Mappong
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar