Pemprov Sulsel jajaki kerja sama dengan University of Tasmania Australia

id pemprov sulsel,gubernur sulsel,nurdin abdullah, University of Tasmania,australia,imas

Pemprov Sulsel jajaki kerja sama dengan University of Tasmania Australia

Gubernur Sulawesi Selatan HM Nurdin Abdullah (kanan) dalam kunjungan kerjanya di Australia. HO/Humas Pemprov Sulsel

Makassar (ANTARA) - Pemerintah Sulawesi Selatan siap menjalin kerja sama dengan University of Tasmania Australia melalui The Institute for Marine and Antarctic Studies (IMAS) dalam bentuk riset dan kajian untuk memaksimalkan pengelolaan sumber daya kelautan dan perikanan Sulsel.

IMAS dikenal sebagai institut yang sukses melakukan penelitian dan pengembangan sumber daya maritim di Australia.

"Saya minta IMAS menjalin kolaborasi dengan pemerintah Sulsel dan Unhas dalam bidang penelitian dan budidaya ikan," jelas Gubernur Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah dalam keterangannya di Makassar, Kamis.

Nurdin Abdullah dalam beberapa hari terakhir telah mengunjungi beberapa tempat di Australia. Kunjungan kerja ini sekaligus dimanfaatkan untuk memperkenalkan berbagai potensi perikanan dan kelautan yang bisa dikerjasamakan.

Selain menjalin kerjasama dalam bidang perikanan, Gubernur juga meminta IMAS melakukan riset dan untuk pengembangan dua sektor lain yang potensial di Sulsel.

"Saya minta IMAS melakukan riset untuk pengembangan sektor pertanian dan peternakan," jelasnya.

Menurut Nurdin, harus ada langkah yang terukur untuk menjadikan Sulsel sebagai lumbung pangan untuk menutupi kebutuhan nasional dan bahkan kebutuhan dunia.

Untuk merealisasikan rencana tersebut, Nurdin Abdullah akan mengirim beberapa staf dari Pemprov Sulsel yang memiliki disiplin ilmu dan kemampuan memadai dalam penelitian untuk belajar di IMAS.

"Harus dari staf Pemprov supaya program ini jalan," jelas Nurdin Abdullah.

Menanggapi pernyataan Nurdin Abdullah, Executive Director IMAS Terry Bailey, mengaku siap bekerjasama dengan Pemerintah Sulsel dalam penelitian dan kajian untuk pengembangan sumber daya yang tersedia di Sulsel.

Terry Bailey didampingi Peter Craven, Chairman Australia Indonesia Business Counsil; Cameron Parsons, Acting Director Global Engagement; Prof Ted Lefroy, Acting Director Tasmanian Institute of Agriculture, Dr Quinn Fitzgibbon, Senior Research Fellow IMAS.

Dinyatakan juga bahwa Terry dan timnya siap ke Makassar dalam waktu dekat untuk merealisasikan program yang ditawarkan Gubernur Sulsel
Dalam pertemuan dengan Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah dan rombongan di kampus IMAS, Rabu 9 Oktober 2019, Excecutive Director IMAS Terry Bailey menjelaskan kampus mereka masuk ranking ke-4 di dunia dan tingkat pertama di Australia dalam bidang perikanan, budi daya ikan, dan kelautan.

"Hasil penelitian diserahkan ke pemerintah dan pemerintah membuat kebijakan berdasarkan hasil riset," jelas Bailey.
Pewarta :
Uploader: Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar