Sekprov Sulbar dorong para pelaku usaha berpikir progresif

id sekprov sulbar,muhammad idris,pelaku usaha,berfikir progresif

Sekprov Sulbar dorong para pelaku usaha berpikir progresif

Sekretaris Provinsi Sulbar Muhammad Idris (Foto Humas Provinsi Sulbar)

Mamuju (ANTARA) - Sekretaris Provinsi (Sekprov) Sulawesi Barat (Sulbar), Muhammad Idris mendorong para pelaku usaha di daerah itu agar mampu berpikir progresif, inovatif dan mencari unsur-unsur terbaru.

"Saya harapkan, para pelaku usaha dapat berpikir progresif, inovatif dan terus mencari unsur-unsur terbaru sehingga setiap produk yang diciptakan mampu bersaing secara terus menerus dan tidak akan tertinggal," kata Muhammad Idris di Mamuju Jumat.

Ia juga menyampaikan bahwa Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Barat akan terus mendorong lahirnya pelaku usaha, khususnya dari kalangan generasi muda.

"Pemprov Sulbar akan terus menerus memberikan keterampilan kepada para siswa STM dan anak-anak muda kita, karena dunia tenaga kerja ini tidak akan pernah terselesaikan sehingga dengan adanya kegiatan pelatihan mandiri yang telah dilaksanakan Dinas Perdagangan, Perindustrian, Koperasi dan UKM Sulbar akan mampu melahirkan pelaku usaha dari kalangan generasi muda," terang Muhammad Idris.

Sekprov juga menyampaikan agar para pelaku usaha di daerah itu dapat meningkatkan kemampuan, khususnya di bidang teknologi informasi (IT).

"Pelaku usaha mikro dan UKM tidak boleh gagap teknologi (gaptek). Jangan mengatakan saya cuma UKM kecil sehingga tidak memasarkan produknya. Di era industri teknologi modern saat ini, pasti akan tertinggal jika tidak menguasai teknologi," jelas Muhammad Idris.

Sebagai provinsi ke-33, Sulawesi Barat lanjutnya memiliki atmosfer dan iklim usaha yang mulai berkembang dalam dunia usaha.

Sulbar, tambahnya juga berpeluang menjadi salah satu kota pencetak pengusaha yang dinilai sangat sejalan sebagai kota penyokong bagi pembangunan ibu kota negara baru Republik Indonesia di Provinsi Kalimantan Timur ke depan.

"Brand Marasa lebih berkonotasi memberi pemberdayaan bagi warga negara khususnya di daerah, dan kita berharap kedepan hal itu bisa dilembagakan paling tidak setiap produk apapun di Sulbar mengandung brand Marasa," jelas Muhammad Idris.

Sementara, Kepala Dinas Perdagangan, Perindustrian, Koperasi dan UKM Sulbar, Amir Maricar menyampaikan, akan terus melaksanakan pelatihan secara bertahap di tiap kabupaten yang ada di Provinsi Sulbar.

"Sekiranya para pelaku usaha yang ada di sulbar diupayakan dapat lebih berkembang dari segi produksi atau dari segi pemasaran. Kami berharap melalui berbagai pelatihan yang kami selenggarakan, wawasan para pelaku usaha lebih luas dan memiliki daya kreativitas dalam mengembangkan satu hingga dua produk usaha sehingga berdampak pada pengembangan perekonomian Sulbar ke depan," lanjut Amir Maricar.

Ia menyatakan, pemindahan ibu kota negara di Kalimantan Timur, menjadi salah satu peluang besar bagi Sulbar yang perlu ditangkap dan dimaksimalkan.

"Jauh sebelum adanya informasi pemindahan ibu kota negara, Sulbar sudah menjadi daerah penyuplai bahan pangan terbesar bagi Kaltim, seperti pisang, sayur mayur, binatang ternak dan masih banyak lagi belum lagi ditinjau dari segi jalur perairan yang dapat menguntungkan Sulbar," terang Amir Maricar.
Pewarta :
Uploader: Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar