Perusahaan Amerika Serikat pemasok gas air mata ke Hong Kong dihujani kritikan

id NonLethal Technologies Inc,Senator AS,Massa pro-demokrasi

Perusahaan Amerika Serikat pemasok gas air mata ke Hong Kong dihujani kritikan

Bakal calon presiden Amerika Serikat dari Demokrat Senator Kamala Harris menjawab pertanyaan dalam forum yang diadakan oleh organisasi keamanan senjata Giffords group dan March for Our Lives di Las Vegas, Nevada, Amerika Serikat, Rabu (2/10/2019). ANTARA FOTO/REUTERS/Steve Marcus/ama/cfo

Chicago (ANTARA) - Senator Amerika Serikat kembali bergabung menyuarakan penentangan terhadap NonLethal Technologies Inc yang bermarkas di Pennsylvania, lantaran menjual peralatan anti huru hara ke Hong Kong dan digunakan untuk melawan massa pro-demokrasi.

Perusahaan swasta yang memproduksi sekaligus mengekspor berbagai macam peralatan anti huru-hara dan pengendali massa untuk kalangan militer dan penegak hukum, menjadi sorotan sejak ditemukan bahwa polisi Hong Kong menggunakan tabung gas air mata miliknya untuk membubarkan aksi protes anti-pemerintah.

Dalam sebuah foto yang beredar di media sosial, nama NonLethal menempel di salah satu tabung gas air mata.

Penggunaan peralatan buatan AS untuk meredam aksi protes membuat sejumlah anggota parlemen menyerukan penghentian dan bahkan pelarangan ekspor gas air mata ke Hong Kong. Pada Juli Senator Republik, Ted Cruz, mencuit di Twitter agar Amerika Serikat mempertimbangkan pelarangan ekspor gas air mata ke Hong Kong jika serangan terhadap massa terus berlanjut.

Kemudian pada Agustus, rwakilan AS dari Partai Republik, Chris Smith, dan dari Partai Demokrat, James McGovern, melayangkan surat kepada Menteri Luar Negeri Mike Pompeo dan Menteri Perdagangan Wilber Ross, yang meminta mereka agar menangguhkan penjualan peralatan anti huru hara ke Kepolisian Hong Kong.

Mereka menindaklanjuti surat tersebut dengan RUU bipartisan di DPR September lalu, yang mengupayakan pelarangan ekspor komersial produk pengendali massa nonlethal tertentu ke Hong Kong. Jika lolos makan larangan tersebut berlaku dalam 30 hari.

Senator AS lainnya Rick Scott, Perwakilan Republik dari Florida, pada Kamis menjadi yang terakhir yang mengangkat kekhawatiran soal ekspor tersebut.

Dalam surat yang ditujukan kepada presiden perusahaan NonLethal yang dibagikan di Twitter, Scott mengatakan penjualan itu sama saja dengan mendukung upaya presiden China untuk "membahayakan warga biasa dan pengunjuk rasa damai." Ia mendesak perusahaan gas air mata tersebut "agar memprioritaskan HAM dibanding keuntungan."

Sumber: Reuters
Pewarta :
Editor: Amirullah
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar