Bulog Makassar pastikan stok beras BNPT di Gowa terpenuhi

id Bulog Makassar, Program BNPT Gowa,Stoke beras

Bulog Makassar pastikan stok beras BNPT di Gowa terpenuhi

Rapat Koordinasi Program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) Kabupaten Gowa, tahun 2019 bersama pihak Bulog dan BNI di Baruga Kantor Bupati Gowa, Selasa (15/10/2019). ANTARA/HO-Humas Gowa

Makassar (ANTARA) - Bulog Makassar memastikan stok beras untuk program penyaluran Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) di Kabupaten Gowa terpenuhi dengan target penerima 30.417 kepala keluarga.



"Kami punya stok sekitar 2.500 ton, secara data di Kabupaten Gowa penerimanya sebanyak 30.417 keluarga. Jika dikalikan dengan 10 kilogram per keluarganya artinya hanya dibutuhkan 300 ton. Program BPNT ini dipastikan dapat mencukupi dan aman hingga akhir 2019 mendatang," ungkap Pimpinan Bulog Makassar, Murniati Kamase pada Rapat Koordinasi Program BPNT Kabupaten Gowa, Selasa.



Selain itu, ia menyatakan optimistis beras dari Bulog bisa memenuhi kebutuhan program BNPT di berbagai kabupaten karena masa panen yang sebentar lagi akan berlangsung.



"Tahun depan kita juga akan memasuki masa panen, jadi pasti masuk lagi stoknya," katanya.



Pada program itu, Keluarga Penerima Manfaat (KPM) diwajibkan menebus BNPT setiap bulannya melalui agen atau E-warung melalui BNI. Rencananya, penyaluran BPNT lewat Bulog akan mulai dilakukan paling lambat 20 Oktober 2019.



"KPM yang tidak menebus bantuan yang diberikan setiap bulannya maka secara otomatis akan tertarik ke kas BNI. Makanya harus ditukar dan dihabiskan," ujarnya.



Jenis bantuan yang diberikan bisa sesuai dengan kebutuhan KPM, yakni telur maupun beras.



Pimpinan Cabang BNI Kabupaten Gowa, Sri Sunarya Syahrir menyebutkan BNI telah mencatat sekitar 217 agen (E-warung) tersebar di 18 kecamatan.



"Secara rasio per agen harusnya menyalurkan 250 KPM, sehingga tidak tertutup kemungkinan bisa dilakukan penambahan agen BNI 46 di masing-masing kecamatan," katanya.



Sekretaris Daerah Pemerintah Kabupaten Gowa yang juga Ketua Timkor Bansos Pangan, Muchlis, berharap, sinergitas meningkat menuju 6T, antara lain; tepat waktu, tepat sasaran, tepat jumlah, tepat harga, tepat kualitas, dan tepat administrasi.



Ia menjelaskan tepat administrasi menjadi poin yang kerap diabaikan padahal merupakan hal paling penting dan telah menjadi persoalan yang kerap dilalui beberapa tahun lalu.



Persoalan penyaluran BPNT tahun sebelumnya harus menjadi pelajaran agar ke depan tidak terjadi dan terulang.



"Terkadang kita mengabaikan poin ini, sementara jika hal ini disepelekan maka bisa berujung pada pidana," ujarnya.



Muchlis berharap, seluruh proses penyaluran BPNT hingga akhir tahun mendatang dapat berjalan sesuai mekanismenya.



"6T ini harus diperhatikan dengan sebaik-baiknya oleh seluruh pihak. Mulai dari tingkat manager 'suplyer', 'suplyer', agen hingga ke KPM, " katanya.

Pewarta :
Uploader: Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar