Kemenperin dorong pengembangan kewirausahaan berbasis Ponpes di Banten

id Kewirausahaan

Kemenperin dorong pengembangan kewirausahaan berbasis Ponpes di Banten

Direktorat Jenderal Industri Kecil Menengah dan Aneka Kemenperin, Gati Wibawaningsih diwawancarai wartawan usai mengelar bimbingan teknis wirausaha baru Industri Kecil Menengah (IKM) berbasis Pondok Pesantren (Ponpes) di Provinsi Banten, di Serang, Selasa.  (Mulyana)

Serang (ANTARA) - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mendorong pengembangan kewirausahaan industri kecil dan menengah (IKM) berbasis pondok pesantren di Banten, sehingga muncul wirausahawan-wirausahawan baru dari kalangan santri.

Direktorat Jenderal Industri Kecil Menengah dan Aneka Kemenperin, Gati Wibawaningsih di Serang, Selasa, menjelaskan, menciptakan wirausaha baru dari para santri bisa lebih efektif, karena bisa menghemat waktu untuk pelatihannya, lebih cepat diajarkannya serta bisa melaksanakan bermacam-macam bentuk pelatihanya. Hingga saat ini, pihaknya sudah melaksanakan pelatihan di 41 pesantren yang ada di Indonesia.

"Hari ini kita melakukan penumbuhan wirausaha baru lewat Ponpes, karena Ponpes itu siswanya lebih tekun, rajin, lebih taat dan kejujuran itu nomor satu. Nah itu adalah bekal utama menjadi wirausaha," kata Gati Wibawaningsih usai mengelar bimbingan teknis wirausaha baru Industri Kecil Menengah (IKM) berbasis Pondok Pesantren (Ponpes) di Provinsi Banten, di Serang.

Ia menerangkan, Kemenperin menargetkan sekitar 28 ribu Ponpes yang ada di Indonesia diberikan pelatihan dan bimbingan teknis kewirausahaan industri kecil menengah. Akan tetapi di tahun 2019, hanya baru bisa memfasilitasi sekitar 27 Ponpes.

"Ini pelatihan pembuatan roti, tetapi sebetulnya selain pembuatan roti juga melatih workshop perbengkelan roda dua, kemudian kita latih juga pembuatan sandal, pengolahan ikan, membuat kerupuk, garmen, IT dan lainnya," tambahnya.

Ia mengatakan, kegiatan yang dilakukan di Banten bekerjasama dengan Pemprov Banten melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Banten.

Pihaknya mengakui keberadaan IKM akan sangat mempengaruhi terhadap pengurangan pengurangan pengangguran. Sebab meskipun IKM merupakan industri kecil, akan tetapi bidang usahanya bisa lebih luas.

"Karena satu IKM paling maksimum tenaga kerja 20 orang karyawan," kata dia.

Menurut Gati, industri kecil dan menengah saat ini jumlahnya cukup banyak yakni sekitar 3 Juta lebih untuk industri kecil. Sedangkan industri menengah jumlahnya ada sekitar 30 ribuan lebih.

"Kita lihat pertumbuhannya dari 2017 sampai ke 2018 naik sekitar 30 persen," ujarnya.
Pewarta :
Editor: Suriani Mappong
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar