Logo Header Antaranews Makassar

Pansus LKPJ Gubernur Tiba di Bantaeng

Kamis, 22 April 2010 09:22 WIB
Image Print

Bantaeng, Sulsel (ANTARA News) - Panitia Khusus Laporan Kerja Pertanggung Jawaban (Pansus LKPJ) Gubernur Sulawesi Selatan tahun 2009 tiba di Bantaeng, Rabu, untuk mengetahui pelaksanaan kebijakan Gubernur yang bersentuhan langsung ke daerah serta pelaksanaan tugas pembantuan.

Pansus yang terdiri atas Ketua Syamsari (PKS), Hery Attas (PDK), Usman L (PAN), Zukifli (PBB), Armin Mustamin Toputiri (PG), Kadir Halid (PG), Buhari Kahar Muzakkar (PAN), Rusni Kasman (PG) dan beberapa anggota lainnya diterima Bupati Bantaeng HM Nurdin Abdullah di rumah jabatan Bupati Bantaeng.

Ketua Pansus Syamsari melaporkan, Pansus berjumlah 34 orang dibagi 3 kabupaten masing-masing Wajo, Pinrang dan Kabupaten Bantaeng.

Pansus juga ingin mengetahui perkembangan program pendidikan dan kesehatan gratis serta program surplus di bidang pertanian, termasuk pengembangan rumput laut yang berbasis di Kabupaten Bantaeng.

Bupati Bantaeng menyambut baik kedatangan para wakil rakyat tingkat provinsi di Bantaeng. Menurut Bupati, Pemkab mengantisipasi program Gubernur Sulsel.

"Daerah itu menerjemahkan visi Gubernur yang diwujudkan dalam berbagai kegiatan. Meski wilayah Kabupaten Bantaeng kecil, namun mampu menjabarkan visi program Gubernur, terutama untuk menunjang program surplus beras dua juta ton dan jagung 1,5 juta ton," urainya.

Bupati kemudian mengemukakan kondisi pertanian sejak awal memimpin daerah berjarak 120 kilometer arah selatan Kota Makassar ini. Ketika itu, serangan hama tungro menerpa areal persawahan.

Untuk mengantisipasinya, bantuan bibit diseleksi sebab dari hasil penelitian, hanya 20 persen bibit yang bisa digunakan. Karena itu, Pemda mengistirahatkan penanaman disusul sosialisasi bibit baru dan keseragaman penanaman.

"Dengan bibit varietas baru, kita memutus mata rantai penyebaran hama. Sebaliknya, kita bisa meningkatkan produksi hingga 2-3 kali lipat. Padahal, dana yang digunakan beli bibit ketika itu mencapai Rp7 miliar. Kini, sudah bisa ditekan," ucapnya.

Kini, tambah Bupati Bantaeng, pembenihan sudah meluas ke masyarakat dan mencapai 200 Ha. "Ini memudahkan tekad menjadikan Kabupaten Bantaeng menjadi daerah penghasil benih berbasis teknologi," ujarnya.

Ia kemudian berharap kepada para anggota dewan agar dapat membantu program pembangunan di Kabupaten berjuluk Butta Toa melalui APBD I agar ke depan, dapat menjadi penyanggah perkembangan Kota Makassar.

"Bila tidak ada daerah pertumbuhan baru, maka 5-10 tahun ke depan, Kota Makassar semakin sumpek dan membutuhkan daerah baru. Untuk itu, Bantaeng sejak dini menyiapkan fasilitas penunjang seperti pembangunan hotel dan rumah sakit," ujarnya. (T.KR-RY/F003)



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026