
DPRD Pangkep Belajar Siaga Bencana di Bantaeng

Bantaeng, Sulsel (ANTARA News) - Wakil rakyat yang tergabung dalam Komisi III DPRD Kabupaten Pangkep mempelajari program siaga bencana yang dibentuk Pemda Kabupaten Bantaeng.
Selain masalah penanggulangan bencana, khususnya kebakaran, wakil rakyat berbagai partai itu juga ingin mengetahui program kesehatan gratis di daerah berjarak 120 kilometer arah selatan Kota Makassar ini.
Hal itu terungkap pada pertemuan Komisi III DPRD Kabupaten Pangkep dengan Bupati Bantaeng HM Nurdin Abdullah di rumah jabatan bupati, Sabtu.
Pertemuan silaturahim tersebut dihadiri Wakil Ketua DPRD Bantaeng, Darwis, Sekretaris Komisi Nurdin Halim, Fitriana Fachruddin, Yusuf Majide, Mappiare, Ali Sujanto, HM Said Baddu, Hj Juriati, Sapri dan anggota DPRD lainnya.
Sedang tamu dari kabupaten penghasil semen tersebut terdiri atas Ketua Komisi III, Umar Haya (PPP), H Deppungeng (PPP), Ardi Arsyad (PKS), Dirham Ijar (PDIP), H Mansyur (Patriot) dan A Muh Ridha (PD).
Ketua Komisi III DPRD Pangkep Umar Haya (PPP) mengatakan, sebelum ke Bantaeng, rombongan berjumlah enam orang itu juga melakukan kegiatan yang sama di Kabupaten Gowa untuk bidang pendidikan.
Menurut Umar, dalam 2-3 tahun terakhir, bencana kebakaran cukup meresahkan sebab mobil unit kebakaran yang ada hanya dua unit yang siaga di kota.
"Kalau kebakaran terjadi di Segeri, dipastikan, rumah yang terbakar sudah rata dengan tanah. Sulit dilakukan pertolongan karena jarak dan kondisi Damkar yang ada," urainya.
Karena itulah, kami mendengar Bantaeng memiliki kedekatan dengan Toyota Jepang. Pangkep juga, tambah politisi dari PPP itu, masih ketinggalan di bidang pendidikan karena luas wilayah yang terdiri atas 117 pulau (23 pulau tanpa penghuni) dengan jumlah penduduk di pulau sebanyak 40 ribu orang.
Pulau-pulau tersebut bahkan ada yang berbatasan dengan Lombok dan Madura. Karena itulah, indeks pendidikan berada pada nomor urut 23.
Bupati Bantaeng HM Nurdin Abdullah menyambut baik kehadiran para wakil rakyat Pangkep di Butta Toa. Menurut Bupati, wilayah kerjanya tidak memiliki pulau.
Panjang pantai Bantaeng hanya 21 kilometer dan sudah dipenuhi rumput laut. Ditunjang curah hujan selama delapan bulan dengan kondisi wilayah tiga klaster (laut, dataran rendah dan tinggi), Bantaeng kini mengembangkan berbagai jenis komoditi sesuai kondisi.
"Di laut dikembangkan rumput laut, sedang pada dataran rendah dikembangkan padi dan jagung yang berproduksi lima kali dalam dua tahun. Salah satu jenis padi yang dikembangkan adalah jenis bromo yang khasiatnya sama dengan beras Jepang," urainya.
"Kita juga sudah melakukan penangkaran sendiri untuk 20 jenis varietas unggulan yang sudah dapat memenuhi kebutuhan sendiri. Ke depan, kami berharap dapat memasok kebutuhan bibit Sulsel," ujar Bupati.
Penangkaran dilakukan sebagai tekad untuk menjadikan Kabupaten Bantaeng menjadi Kabupaten Penghasil Benih berbasis teknologi, sedang di ketinggian dikembangkan tanaman endemik strowberi dan apel.
Kawasan pengembangan strowberi dan apel tersebut sekaligus dijadikan kawasan agro wisata yang kini juga sudah dilengkapi bunga potong (Krissan).
Komoditi lain yang sedang dikembangkan adalah talas (keladi/pacco) yang pasarnya langsung ke Jepang. Pengembangan talas tersebut hingga kini baru di areal 25 Ha.
Tahap awal, jelas Bupati Bantaeng ekspor talas hanya 8.000 ton/tahun. Selain talas, ekspor yang sudah berjalan antara lain biji kapuk yang dilakukan Perusda Baji Minasa ke Korea Selatan serta ekspor hasil laut dalam bentuk Surimi beku ke Jepang.
Ekspor ikan olahan tersebut dilakukan PT Global Seafood International Indonesia (GSII). Bupati berharap, Kabupaten Pangkep dapat mengambil bagian dalam kegiatan ekspor tersebut sebab Pangkep memiliki pulau-pulau.
Kini, lanjut Bupati, Pemda akan membahas bersama para wakil rakyat di DPRD tentang kemungkinan pembebasan pembayaran PBB bagi masyarakat yang menanam talas.
Pembebasan pembayaran PBB tersebut dimaksudkan untuk merangsang masyarakat menanam komoditi yang mengandung khasiat pencegah kanker dan diabetes tersebut.
Khusus masalah penyediaan Damkar dan Ambulance, Bupati mengatakan, tiap daerah memiliki peluang untuk menjalin hubungan dengan Toyota Jepang. (T.KR-RY/F003)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
