Komisi III DPRD Bekasi panggil mitra susun rencana kerja 2020

id pemanggilan mitra kerja,Komisi III,DPRD Kabupaten Bekasi,susun rencana kerja

Komisi III DPRD Bekasi panggil mitra susun rencana kerja 2020

Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Bekasi, Husni Thamrin. (Foto: Pradita Kurniawan Syah).

Cikarang, Bekasi (ANTARA) - Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, memanggil sejumlah mitra kerjanya untuk menyusun rencana kerja di tahun mendatang.

Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Bekasi, Husni Thamrin di Cikarang, Selasa mengatakan pemanggilan itu dalam rangka melaksanakan agenda dewan yakni menetapkan Kebijakan Umum Anggaran-Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS).

"Kami sudah mulai memanggil sejumlah dinas yang menjadi mitra kerja kami, kita bahas semua terkait masalah anggaran yang dipersiapkan untuk 2020," katanya.

Dia menjelaskan Komisi III mempunyai mitra kerja Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Pertanahan, Dinas Perhubungan, Dinas Lingkungan Hidup, dan Dinas Pemadam Kebakaran.

"Jadi mereka kita undang semua untuk duduk bersama membahas ini," ucapnya.

Dari pemanggilan itu ia berharap dapat mengetahui besaran kebutuhan anggaran yang disusun berdasarkan rencana kerja di masing-masing dinas sebab DPRD memliki fungsi pengawasan sehingga pihaknya merasa perlu mengetahui hal-hal yang berkaitan dengan anggaran yang diajukan dalam APBD 2020.

"Kegiatan untuk apa aja ya kita wajib tahu dan kita pertanyakan jumlah-jumlahnya. Kalau memang kebesaran yang kita usulkan revisi, kalau kurang kita ajukan untuk ditambah, kan prinsipnya kita bukan untuk membatasi kegiatan masing-masing dinas, tetapi kita wajib untuk mengawasi," ujar dia.

Dalam kesempatan yang sama pihaknya juga mempertanyakan rendahnya serapan anggaran tahun ini khususnya di dinas teknis sebab apabila dibiarkan maka dikhawatirkan Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SILPA) bakal bertambah.

Husni mengklaim besarnya potensi SILPA erat kaitannya dengan keterlambatan digelarnya sejumlah kegiatan di dinas teknis yang selalu terjadi dalam beberapa tahun terakhir.

Dia menyebut idealnya penyerapan anggaran sedianya sudah bisa dimulai pada Maret, namun yang terjadi tiap tahunnya selalu terlambat hingga di Juli.

"Kita masih cari formulanya kenapa hal ini bisa terjadi. ABT (Anggaran Biaya Tambahan) digelarnya terlambat karena memang di APBD Murni lambat dibukanya. Hampir setiap tahun di akhir anggaran selalu ada kegiatan yang grasak-grusuk. Ini bermula karena pekerjaan fisiknya telat," ungkapnya.
Pewarta :
Editor: Suriani Mappong
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar