Imam Besar New York Shamsi Ali ceramah di hadapan polisi Polda Sulsel

id Imam Besar New York Shamsi Ali Ceramah Dihadapan Polisi

Imam Besar New York Shamsi Ali ceramah di hadapan polisi Polda Sulsel

Imam Besar New York Shamsi Ali memberikan tausiyahnya di hadapan personel Polda Sulsel, Selasa (22/10). (ANTARA/Muh. Hasanuddin)

Makassar (ANTARA) - Imam Besar New York Shamsi Ali berkesempatan hadir dalam memberikan ceramahnya di Masjid Syuhada 45 Polda Sulsel dan mengajak seluruh mukmin agar senantiasa mengaktualisasikan ajaran Islam yang cinta damai.

"Islam itu adalah agama yang sempurna tapi jangan merasa kita paling sempurna, Islam adalah bagaimana kita mentransfer ajaran Islam dalam kehidupan sosial," ujar Shamsi Ali saat berceramah di hadapan para polisi di Polda Sulsel, Selasa.

Pada kesempatan itu ia juga menyampaikan bahwa profesi polisi juga adalah sebagai da'i yang mengedepankan ahlakul karimah dalam mencegah bentuk kemungkaran.

Dia menyatakan tugas seorang Da'i adalah menyebarluaskan ajaran kebaikan dan cinta damai serta menjaga agar seseorang selalu terhindar dari hal-hal yang buruk. Polisi juga mengemban tugas da'i dalam menyebarluaskan pesan damai serta menciptakan situasi keamanan dalam masyarakat.

"Situasi yang aman dalam masyarakat itu karena peran polisi. Apa yang dilakukan oleh polisi adalah implementasi dari ajaran Islam," katanya.

Di hadapan para polisi itu, Ustadz kelahiran Bulukumba, Sulawesi Selatan itu mengisahkan hidupnya yang sejak kecil sudah mondok di pesantren hingga menapakkan kakinya di Pakistan dan Amerika Serikat.

"Sejak umur 12 tahun, saya masuk pesantren di Gombara. Dari situ lanjut belajar tujuh tahun di Pakistan. Saya tidak pernah bermimpi akan menjadi seorang Imam besar di New York, Amerika Serikat. Saya berasal dari daerah terpencil dan sekarang telah bermukim selama 23 tahun di Amerika Serikat," ungkapnya.

Di sela-sela ceramahnya, ia menyampaikan bahwa agama Islam bukanlah agama ritual saja, namun agama yang harus diaktualisasikan dalam kegiatan sosial kemanusiaan.

Dia menuturkan persepsi keliru orang Amerika terhadap Islam juga disebabkan perilaku orang Islam itu sendiri yang tidak mencerminkan ajaran Islam.

"Di Amerika mulanya ada anggapan bahwa Islam agama teroris, miskin dan tidak berbaur. Hal tersebut semakin menjadi-jadi setelah peristiwa WTC (World Trade Center) namun setelah itu upaya keras komunitas Muslim membalikkan anggapan tersebut perlahan membuahkan hasil, banyak orang Amerika dengan kesadaran sendiri masuk Islam," ucapnya.


 
Pewarta :
Uploader: Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar