Kemenkeu ajak kaum pengusaha milenial jadi generasi literasi ekonomi

id literasi ekonomi

Kemenkeu ajak kaum pengusaha milenial jadi generasi literasi ekonomi

Kepala Subdirektorat Hubungan Investor DJPPR, Kementerian Keuangan Yuddy Hendranata (dua dari kiri) menjadi pembicara dalam talkshow InFest 2019 di Makassar, Jumat (25/10/2019). ANTARA/Muh Hasanuddin

Makassar (ANTARA) - Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mengajak kaum millenial khususnya para pengusaha rintisan menjadi generasi literasi ekonomi yang melek dengan risiko keuangan serta investasi.

Kepala Subdirektorat Hubungan Investor DJPPR, Kementerian Keuangan Yuddy Hendranata dalam Talkshow InFest DJPRR di salah satu mal di Makassar, Jumat, mengatakan calon usahawan muda atau yang rintisan harus bisa memahami pengelolaan keuangan.

"APBN dikelola untuk menghasilkan hasil pembangunan produktif, yang sebagian didanai menggunakan sumber pembiayaan utang, di mana masyarakat, khususya generasi muda dapat turut berkontribusi dengan berinvestasi pada instrumen pembiayaan utang tersebut," ujarnya.

Pada Talkshow Inclusive Festival (InFest) 2019 yang digelar oleh DJPRR Kemenkeu ini mengajak generasi muda untuk belajar, berdialog, dan menjadi generasi yang kreatif dan produktif.

Yuddy menjelaskan InFest merupakan sebuah acara literasi keuangan yang menjadi wadah bagi generasi muda Indonesia untuk mengembangkan diri dan belajar bersama seputar pengelolaan keuangan dan risiko dalam rangka mewujudkan kultur investasi yang baik.

Acara ini juga memberikan pemahaman mengenai pengelolaan APBN yang dilakukan pemerintah dan bagaimana instrumen pembiayaan APBN dimanfaatkan secara produktif untuk memberikan manfaat bagi pelaku usaha dan pegiat industri kreatif di tanah air, sekaligus sebagai sarana berinvestasi bagi masyarakat.

Dalam talkshow ini para pembicara mengupas bagaimana generasi muda dapat berkontribusi aktif membangun negeri ini melalui pilihan instrumen investasi Surat Berharga Negara (SBN) Ritel yang diterbitkan oleh pemerintah.

"Diharapkan generasi muda Makassar dapat memahami dengan lebih baik seputar pengelolaan usaha rintisan, pengelolaan keuangan dan investasi yang berdampak positif dan membangun terhadap usaha yang dikelola serta dapat memperluas basis investor dalam mendukung terbangunnya iklim investasi di Indonesia," terangnya.

Yuddy menyatakan dibutuhkan kontribusi bersama dalam pengelolaan keuangan negara. Selain menjalankan kewajiban, berkontribusi pada negeri bisa diwujudkan dengan menjadi anak muda Indonesia yang produktif dan sadar untuk berinvestasi sejak dini.

Sebelumnya, InFest merupakan sebuah even inklusif tentang literasi keuangan yang menjadi wadah bagi generasi muda Indonesia untuk mengembangkan diri dan belajar bersama seputar pengelolaan APBN khususnya pengelolaan keuangan dan risiko yang dilakukan pemerintah dan bagaimana pembiayaan APBN dimanfaatkan secara produktif.

 
Pewarta :
Editor: Suriani Mappong
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar