Gubernur minta perbankan bantu pengembangan ekonomi pedesaan

id Antara Sulsel

Gubernur minta perbankan bantu pengembangan  ekonomi pedesaan

Gubernur Sulawesi Selatan HM Nurdin Abdullah (kiri) pada Dialog Interaktif Lembaga Jasa Keuangan Bersama Gubernur Sulawesi Selatan dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) di Makassar, Sabtu,(26/10). ANTARA/HO/Humas Pemprov Sulsel

Kita ketahui selama ini, kita tidak menutup mata bahwa masih banyak masyarakat kita mencari pinjaman yang lebih cepat dan mudah persyaratannya. Yaitu renternir, tapi bunganya selangit
Makassar (ANTARA) - Gubernur Sulawesi Selatan Prof HM Nurdin Abdullah meminta pihak perbankan bisa lebih memberi peran khususnya dalam mendorong perkembangan ekonomi pedesaan.

"Kita ketahui selama ini, kita tidak menutup mata bahwa masih banyak masyarakat kita mencari pinjaman yang lebih cepat dan mudah persyaratannya. Yaitu renternir, tapi bunganya selangit," kata Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah pada Dialog Interaktif Lembaga Jasa Keuangan Bersama Gubernur Sulawesi Selatan dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) di Makassar, Sabtu.

Mantan Bupati Bantaeng dua periode itu sekaligus mendorong agar perbankan bisa masuk untuk memberikan kemudahan, agar masyarakat mendapatkan modal usaha.

Perbankan, kata dia, juga dapat memberikan bantuan pada sektor unggulan Sulsel seperti dari pertanian dan kelautan yang memang butuh dukungan pinjaman modal dan sebagainya.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama pihak perbankan selama ini terus mendorong pihak perbankan libatkan agen Laku Pandai untuk melayani kebutuhan keuangan masyarakat di daerah terpencil.

Kepala OJK 6 Sulampua Zulmi berharap dengan kebijakan seperti itu akan membuat transaksi perbankan semakin besar dan dijangkau seluruh kalangan masyarakat.

Salah satunya dengan mengirim dan menyalurkan para agen laku pandai yang dimiliki perbankan untuk melayani kebutuhan perekonomian masyarakat terpencil.

"Jadi kita juga mendorong bank-bank yang ada di Makassar ini untuk dapat nasabah yang berada di daerah yang tidak terjangkau," katanya.
Pewarta :
Editor: Amirullah
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar