Industri jasa keuangan Sulawesi Selatan tumbuh positif dengan risiko terjaga

id Antara Sulsel

Industri jasa keuangan Sulawesi Selatan tumbuh positif dengan risiko terjaga

Ketua OJK 6 Sulampua Zulmi.ANTARA/Abd Kadir

Kondisi itu ditopang oleh pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) 6,04 persen menjadi Rp99,55 trilliun, dan pertumbuhan kredit 6,52 persen dengan nominal Rp125,37 triliun
Makassar (ANTARA) - Perkembangan Industri Jasa Keuangan di Sulawesi Selatan (Sulsel) hingga September 2019, menunjukkan kinerja positif dengan tingkat risiko yang terjaga.

Ketua OJK 6 Sulampua Zulmi mengatakan total aset perbankan di Sulsel posisi September 2019, tumbuh 6,38 persen dengan nominal mencapai Rp152,76 triliun.

"Kondisi itu ditopang oleh pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) 6,04 persen menjadi Rp99,55 trilliun, dan pertumbuhan kredit 6,52 persen dengan nominal Rp125,37 triliun," katanya pada diskusi Interaktif Lembaga Jasa Keuangan bersama Gubernur Sulawesi Selatan dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) di Makassar, Sabtu.

Penyaluran kredit perbankan tersebut telah menyasar pada kelompok UMKM dengan pangsa yang cukup tinggi, 32,97 persen dari total kredit. Sejalan dengan itu, kinerja penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) juga terus meningkat.

Sementara pada tahun 2018, realisasi KUR mencapai Rp6,5 triliun atau 121,9 persen target awal 2018 sebesar Rp5,4 triliun.

Hingga September 2019, realisasi KUR telah mencapai Rp6,80 triliun atau 102,53 persen dari target sebesar Rp6,63 triliun yang disalurkan kepada 271.894 debitur.

Sejalan dengan itu, kinerja intermediasi perbankan terjaga pada posisi yang tinggi. Tercermin pada indikator LDR 124,86 persen dan tingkat risiko kredit bermasalah berada di posisi aman 3,84 persen.

Pada industri keuangan non bank (IKNB), total aset dana pensiun tumbuh 7,63 persen yoy menjadi Rp1,03 triliun. Piutang perusahaan pembiayaan tumbuh 10,70 persen menjadi Rp13,54 triliun, dan pinjaman yang disalurkan perusahaan pergadaian tumbuh tinggi 17,13 persen menjadi Rp3,88 triliun.

Pada industri pasar modal, capaian kinerja signifikan ditopang oleh pertumbuhan jumlah investor sebesar 76 persen menjadi 40.981 investor, disertai nilai transaksi tumbuh 17,13 persen menjadi Rp3,88 triliun. 
 
Pewarta :
Editor: Amirullah
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar