BKKBN Sulbar sosialisasi dan advokasi KKBPK

id irwan sp pababari,wakil bupati mamuju,sosialisasi kkbpk

BKKBN Sulbar sosialisasi dan advokasi KKBPK

Wakil Bupati Mamuju Irwan S.P. Pababari pada sosialisasi dan advokasi Program KKBPK di Desa Kalukku Barat, Selasa (29/10/2019). (ANTARA/HO/Humas Pemkab Mamuju)

Mamuju (ANTARA) - Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Sulawesi Barat bersama Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (PPKB) Kabupaten Mamuju menggelar sosialisasi dan advokasi Program Kependudukan, Keluarga Berencana, dan Pembangunan Keluarga (KKBPK).

Sosialisasi dengan tema "Hindari Kawin Muda Untuk Mencegah Stunting" tersebut berlangsung di Lapangan Sepak Bola Desa Kalukku Barat, Selasa.

Wakil Bupati Mamuju Irwan S.P. Pababari menyampaikan bahwa Desa Kalukku Barat terpilih menjadi satu dari enam daerah percontohan desa layak anak se-Sulawesi Barat.

Ia menyampaikan bahwa pemerintah dan masyarakat Desa Kalukku Barat mesti berbangga, sebab daerahnya terpilih menjadi percontohan.

Namun, kata dia, hal tersebut juga merupakan tantangan tersendiri bagi masyarakat Desa Kalukku Barat yang mesti menjadi contoh bagi daerah lain, utamanya dalam menghindari perkawinan usia anak.

Ia juga berharap, sosialisasi dan advokasi KKBPK tidak hanya berakhir pada acara seremonial, namun dapat dilanjutkan sampai ke rumah-rumah warga.

"Ini kebanggaan tapi juga tantangan, desa ini mesti menjadi contoh dalam menghindari perkawinan muda juga menjadi keluarga yang berencana. Saya kira sosialisasi jangan hanya sampai di sini, namun mesti dilakukan ke setiap rumah tangga yang ada di Desa Kalukku Barat bahkan hingga satu Kecamatan Kalukku harus mengetahui dampak pernikahan usia anak dan resiko stunting," kata Irwan.

Direktur Bina Ketahanan Remaja BKKBN Pusat Eka Sulistia Ediningsih menyampaikan bahwa Desa Kalukku Barat mempunyai tantangan berat, yang mana sebagai desa percontohan, semua hal di desanya harus bagus.

Terkait dengan KB, ia menyampaikan ada empat hal yang menjadi fokus, yaitu pendewasaan usia perkawinan, yakni perempuan minimal usia 21 tahun dan laki-laki usia 25 tahun, pengaturan kelahiran minimal tiga tahun, peningkatan ketahanan keluarga melalui BKB, BKR, dan BKL, dan pemberdayaan ekonomi keluarga.

Pada kesempatan itu, ia mengajak masyarakat Kalukku Barat berupaya melakukan pembangunan manusia mulai dari keluarga.
 
Pewarta :
Uploader: Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar