Mentan akan sambangi Kementerian ATR bahas data sawah

id syahrul yasin limpo,menteri pertanian,menteri atr,data sawah

Mentan akan sambangi Kementerian ATR bahas data sawah

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo usai bertemu dengan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suhariyanto di Kantor BPS Jakarta, Selasa. (Mentari Dwi Gayati)

Jakarta (ANTARA) - Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo berencana mendatangi Kementerian Agraria dan Tata Ruang (ATR) guna membahas penyesuaian data lahan baku sawah.

Mentan Syahrul Yasin Limpo mengatakan pihaknya berencana menyambangi kantor Menteri ATR/Kepala BPN Sofyan Djalil tersebut pada Kamis (31/10) mendatang, usai bertemu dengan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suhariyanto pada Selasa.

"Saya, hari Kamis, lusa ya akan bertemu dengan (Kementerian) ATR. Saya akan datangi Menteri ATR untuk duduk sama-sama lebih banyak mungkin definisi yang mereka pakai dalam melihat lahan baku sawah," kata Mentan Syahrul di Kantor BPS Jakarta, Selasa.

Syahrul menjelaskan rencana pertemuannya dengan Menteri ATR Sofyan Djalil guna menyatukan pemahaman dan definisi lahan baku sawah, terutama pada lahan-lahan yang bergeser penggunaannya untuk tanaman perkebunan.

Seperti diketahui, berdasarkan data yang diambil dari citra satelit melalui skema Kerangka Sampel Area (KSA), luas lahan baku sawah Indonesia turun menjadi 7,1 juta hektare, dari 7,75 juta hektare pada 2013.

Pemerintah pun masih terus melakukan verifikasi terhadap data yang dikeluarkan melalui Ketetapan Menteri ATR/Kepala BPN-RI No 339/2018 tanggal 8 Oktober 2018 tersebut.

Oleh karena itu, Syahrul meminta agar pengambilan sampel atau ubinan harus dilakukan bersama-sama antarlembaga terkait.

"Definisi terhadap sawah misalnya. Kalau ditanami tembakau, masih sawah kan namanya. Definisi itu dilakukan penyesuaian di pertanian apa pun tanaman di dalamnya lahan itu lahan baku sawah," kata Mentan.

Selain kedua lembaga tersebut, Mentah Syahrul juga berencana menyambangi Kementerian Perdagangan untuk melihat dan mengevaluasi data yang ada.

"Saya juga akan ke Kementerian Perdagangan. Ini penting sekali. Kalau tidak satu melihat 'basic data' yang ada, bagaimana melakukan evaluasi," kata dia.
 
Pewarta :
Editor: Laode Masrafi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar