Pemprov Sulsel disediakan 195 formasi CPNS pada 2019

id Pemprov sulsel,Formasi cpns,Kemenpan rb

Pemprov Sulsel disediakan 195 formasi CPNS pada 2019

Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Sulsel, Asri Sahrun Said. ANTARA/HO/Humas Pemprov Sulsel

Makassar (ANTARA) - Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB) menetapkan alokasi formasi CPNS lingkup Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan 195 formasi pada 2019.

Hal ini berdasarkan Keputusan Kemenpan RB Nomor 315 tahun 2019 tentang rincian penetapan kebutuhan PNS di lingkup Pemprov Sulsel. Dari data yang ada, 195 formasi itu diketahui 77 di antaranya merupakan tenaga kesehatan dan 118 formasi untuk tenaga teknis.

“Untuk tahun 2019 ini, Pemprov Sulsel membuka lowongan CPNS sebanyak 195 formasi,” kata Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Sulsel, Asri Sahrun Said, di Makassar, Rabu.

Pemprov Sulsel telah mengirimkan usulan kebutuhan aparatur sipil negara (ASN) dengan total 543 formasi dengan rincian formasi umum 241 formasi, terdiri atas tenaga fungsional 150 formasi, tenaga teknis 91 formasi.

Sedangkan untuk formasi PPPK dengan 302 orang untuk tenaga fungsional dengan rincian 156 orang khusus tenaga pendidik eks-tenaga honorer K2. Selebihnya penyuluh pertanian 62 orang, dan tenaga honorer lainnya yakni untuk tenaga kesehatan 84 orang.

Asri Sahrun Said mengakui bahwa walaupun pemprov telah mengusulkan jumlah formasi yang dibutuhkan, jumlah yang disetujui Kemenpan RB belum memenuhi kebutuhan pegawai yang ada.

“Jumlah ini belum memenuhi kebutuhan pegawai yang ada. Khusus formasi penerimaan PPPK, juga belum ditetapkan Kemenpan RB,” kata dia.

Untuk petunjuk lebih lanjut dari Kemenpan-RB terkait dengan jadwal, mekanisme, pengumuman, seleksi penerimaan dan SKB masih menunggu permenpan tentang Juknis Penerimaan CPNS.

“Terkait SKB (Seleksi Kompetensi Bidang) menunggu permenpan terkait Juknis Penerimaan CPNS,” katanya.

Ia meminta masyarakat untuk tidak mudah percaya dengan informasi palsu terkait dengan penerimaan CPNS dan menunggu pengumuman resmi atau laman website resmi pemerintah.

“Hati-hati dengan informasi palsu ataupun hoaks,” katanya.
Pewarta :
Uploader: Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar