Menristek masih cari format Badan Riset Inovasi Nasional

id Menristek Bambang Permadi Soemantri Brodjonegoro,Badan Riset Inovasi Nasional

Menristek  masih cari format Badan Riset Inovasi Nasional

Menteri Riset dan Teknologi dan Kepala Badan Riset Inovasi Nasional Bambang Permadi Soemantri Brodjonegoro pada acara bertajuk "The 11th Joint Workshop Group on Higher Education, Research, Innovation, and Entrepreneurship" di Unhas Makassar, Kamis (31/10/2019). ANTARA/HO/Humas Unhas

Makassar (ANTARA) - Menteri Riset dan Teknologi dan Kepala Badan Riset Inovasi Nasional Bambang Permadi Soemantri Brodjonegoro mengatakan masih mencari format terbaik bagi Badan Riset Inovasi Nasional (BRIN).

"Kita sedang mencari format yang terbaik. Pokoknya tujuannya menciptakan integrasi riset dari hulu sampai ke hilir," kata Bambang Brodjonegoro pada acara "The 11th Joint Workshop Group on Higher Education, Research, Innovation, and Entrepreneurship" di Makassar, Kamis.

Ia menjelaskan, badan riset merupakan amanat UU Sistem Nasional Ilmu Pengetahuan dan Teknologi dengan sistem riset yang baru, dimana mengharuskan ada integrasi dari hulu ke inovasi dan selanjutnya ke komersialisasi produk.

Menurut dia, badan tersebut yang mengupayakan terjadinya integrasi dari hulu ke hilir. Kedua, agar tidak ada lagi duplikasi riset.

"Karena yang melakukan penelitian itu banyak, bukan hanya pendidikan tinggi tapi ada juga penelitian sendiri, litbang kementerian, bahkan di pemerintahan masih sering terjadi tumpang tindih. Itulah yang mau dibereskan oleh badan tersebut," katanya.

Sementara terkait kegiatan yang diikuti hari ini, Menristek berharap besar terhadap kerja sama antara Indonesia dan Perancis yang melibatkan perguruan tinggi.

Dia yakin ada banyak hal yang dapat dikembangkan bersama-sama oleh kedua negara, melalui proses sharing pengetahuan.

"Kita mungkin mengenal Perancis dengan Kota Paris sebagai pusat mode dunia. Padahal bukan hanya itu. Perancis juga adalah Kantor Pusat dan pabrik utama pesawat Airbus yang terletak di Kota Toulouse. Ini adalah pesawat dengan teknologi canggih dan terdepan. Artinya, kita bisa banyak belajar dari Perancis dalam hal kemajuan teknologi. Di sisi lain, Indonesia adalah negara yang kaya akan keragaman biodiversity yang juga menyediakan ruang luas untuk penelitian. Di sinilah kita dapat saling berbagi," ujarnya.*
 
Pewarta :
Editor: Suriani Mappong
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar