Menko Kemaritiman imbau masyarakat perangi sampah plastik

id forum AIS

Menko Kemaritiman imbau masyarakat perangi sampah plastik

Menko Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut B. Pandjaitan bersama dengan delegasi dari Negara-negara anggota AIS, turut menyaksikan aksi bersih sampah di Pantai Karang Ria, Manado, Sulawesi Utara, Kamis (31/10/2019). Aksi ini merupakan rangkaian kegiatan dalam konferensi AIS. (foto: Humas Kemenko Kemaritiman dan Investasi) (1)

Manado (ANTARA) - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengajak masyarakat memerangi sampah plastik dan  tidak dibuang ke laut.

"Sekarang Citarum menjadi model penghijauan juga di hulunya. Kalau hulunya tidak dihijaukan, airnya tidak ada. Kalau sekarang anda pergi ke sana dibandingkan dengan awal kita mulai atau dua tahun lalu bedanya sangat besar sekali," ujar Luhut di Manado, Jumat.

Namun demikian, Luhut menyampaikan  pemerintah masih belum puas karena masih ada juga perusahaan-perusahaan yang membuang limbahnya ke sungai.



"Sekarang kita sudah minta Kapolda untuk memproses mereka dan dipidanakan. Sudah cukup diingatkan, sekarang perusahaan-perusahaan atau pemimpin perusahaan yang membuang limbahnya ke sungai harus diproses," ujarnya.

Sehari sebelumnya, Menko Biang Kemaritiman dan Investasi  meresmikan kegiatan Bersih Pantai Manado di Kelurahan Karangria.

Kegiatan yang melibatkan ratusan aparat TNI, Polri, ASN, BUMN, serta komunitas peduli lingkungan di Manado ini juga diikuti oleh delegasi peserta Forum Archipelagic Island States (AIS) atau Forum Negara-negara Pulau dan Kepulauan.



"Masih banyak masalah. Sampah tadi sudah terlihat relatif berkurang banyak bila dibandingkan dengan tahun lalu," ujarnya.

Dia berharap gerakan seperti ini tidak berhenti dan terus mengingatkan semua elemen bangsa melihat bahwa sampah adalah musuh bersama.

"Jadi bukan musuh satu kelompok.Tidak ada urusan dengan agama, dengan suku ya dengan apa saja. Ini semua musuh kita bersama. Dan ini juga penting untuk mengingatkan bangsa ini," katanya.
 
Pewarta :
Editor: Suriani Mappong
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar