Gubernur Sulsel harap FGD Teluk Bone rekomendasikan pengentasan kemiskinan

id gubernur sulsel,teluk bone,nurdin abdullah

Gubernur Sulsel harap FGD Teluk Bone rekomendasikan pengentasan kemiskinan

Gubernur Sulawesi Selatan HM Nurdin Abdullah pada Pertemuan Regional Terarah dan Fokus Group Discussion CSR/TJLS Kawasan Teluk Bone di Makassar 3-5 November 2019. ANTARA/HO-Humas Pemprov Sulsel

Makassar (ANTARA) - Gubernur Sulawesi Selatan HM Nurdin Abdullah berharap Pertemuan Regional Terarah dan Fokus Group Discussion , Kawasan Teluk Bone di Makassar 3-5 November 2019 menghasilkan rekomendasi mengatasi kemiskinan khususnya masyarakat di wilayah perbatasan.

Gubernur Nurdin Abdullah di Makassar, Senin, menyampaikan bahwa persoalan yang dihadapi adalah kemiskinan, termasuk di Kawasan Teluk Bone.

"Saya berharap betul-betul pertemuan regional ini melahirkan rekomendasi konsep yang bisa kita dukung bersama," lanjut dia.

Sedangkan terkait CSR atau tanggung jawab sosial perusahaan,  ia menyampaikan, jika dikelola dengan baik, akan membawa dampak yang baik dan signifikan di masyarakat.

"Ini kalau dikumpulkan, itu akan menjadi kekuatan besar, tinggal goalnya apa. Saya kira kita semua sudah tahu apa yang harus dikerjakan," ujarnya.

Ketua Umum Jejajring Teluk Bone, Yayat Pangerang menyampaikan, maksud dari FGD ini adalah meluaskan wawasan para pemangku kepentingan (stakeholders) di daerah daerah dalam Kawasan Teluk Bone pada wilayah Provinsi Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tenggara.

Yayat melanjutkan, dialog intensif dan mendalam antar pemangku kepentingan (stakeholders) untuk menetapkan langkah-langkah strategis tentang perencanaan
dan tata kelola Social Corporate Responsibility (CSR) atau Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TISL)

"Agar dapat bermanfaat bagi upaya percepatan penyelenggaraan pembangunan wilayah pada masing-masing daerah kabupaten/kota terkait," sebutnya.

Ia menjelaskan, tujuan pengumpulan masukan dari pemangku kepentingan (stakeholders) asal daerah-daerah untuk merumuskan rekomendasi yang akan dijadikan rujukan
bagi penyelenggaraan dan penetapan kebijakan daerah di bidang pengelolaan CSR atau TJSL.

Yayat melanjutkan, upaya selanjutnya adalah memberikan kesempatan kepada para pemangku kepentingan (stakeholders) asal daerah-daerah untuk berinteraksi dengan para ahli dan pakar yang berkompeten.

Adapun, gagasan Kerjasama Kawasan Teluk Bone (KTB) pertama kali diprakarsai oleh Pemerintah Daerah Propinsi Sulawesi Selatan dan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara dengan Perjanjlan Kerjasama No.202/VIl/2012 dan No. 20 Tahun 2012 Tentang Pengelolaan dan Pengembangan Wilayah Terpadu Teluk Bone, pada tanggal 18 Juli 2012.
Pewarta :
Uploader: Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar