Enam kandidat Pilwali Makassar bersaing perebutkan golkar

id Penjaringan Golkar, pilkada 2020, makassar, calon kepada daerah, tes wawancara

Enam kandidat Pilwali Makassar bersaing perebutkan golkar

Ketua tim penjaringan DPD I Golkar Sulsel untuk Pilkada serentak 2020, Kadir Halid memberikan keterangan pers di Sekertariatnya jalan Bontolempangan, Makassar, Sulawesi Selatan. ANTARA/Darwin Fatir.

Makassar (ANTARA) - Enam Bakal Calon Wali Kota Makassar, Provisi Sulawesi Selatan kembali bertarung untuk memperebutkan peluang diusung Partai Golkar pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak pada 23 September 2020 nanti.

"Ada lima yang bakal calon wali Kota yang sudah mengikuti tes wawancara, tingga satu lagi yang belum mengikuti tes," sebut Ketua Tim penjaringan Pilkada 2020, Kadir Halid di sekertariatnya jalan Bontolempangan, Makassar, Senin.

Enam orang tersebut masing-masing Moh Ramdhan Pomanto, Syamsu Rizal, Irman Yasin Limpo, Munafri Arifuddin, Haris Yasin Limpo dan Sukriansyah Latief. Dari enam orang kandidat tersbut, hanya Sukriansyah yang belum mengikuti tes wawancara dilakukan tim penjaringan.

Kadir mengatakan, meski ada dua bakal calon diketahui bersaudara, Irman dan Haris yang ikut dalam tes ini, mantan legislator DPRD Sulsel ini menyebut, akan dipilih salah satunya.

"Untuk Makassar akan dikerucutkan menjadi empat kandidat maksimal. Kalau untuk pak Haris dan Pak Irman tentu tidak mungkin dua-duanya, harus ada salah satu dipilih," ungkap Kadir kepada awak media usai menguji kelayakan bakal calon.

Saat ditanyakan apa indikator kandidat dipilih nantinya, kata dia, ada beberapa termasuk kelengkapan berkas, komitmen, itegritas dan kontribusinya kepada partai. Untuk tes berikutnya dilakukan psikotes.

"Tidak mungkin dipilih dua-duanya, harus ada salah satu. Indikatornya harus serius, berkas lengkap dan tentu kehadirannya mengikuti tes menjadi bahan pertimbangan," tambahnya.

Salah satu kandidat, Haris Yasin Limpo, usai mengikuti tes mengatakan, dirinya punya kemampuan dan serius mengikuti tes di golkar. Ia mengatakan tidak main-main apalagi coba-coba mendaftar, selain itu sebagai kader partai golkar dia sangat berharap diusung.

"Saya ikut wawancara dan menghargai partai, saat ini belum melakukan sesuatu, tentu kita punya strategi. Masing-masing orang punya cara sendiri untuk itu," kata mantan Legislator DPRD Sulsel itu.

Direktur Umum PDAM Makassar ini mengatakan, kendati ada saudaranya ikut mendaftar dan mengikuti tes wawancara, namun dirinya tetap optimistis dan siap bertarung memperebutkan usungan Golkar di Pilkada Wali Kota Makassar 2020 nanti.

"Kominten dan konsistensi tetap menjadi bagian dari saya untuk maju. Kalaupun ada adik saya maju, nanti keputusan partai yang menentukan itu," tambahnya.

Saat ditanya berkaitan dengan saudaranya ikut maju, kata dia, itu sudah biasa dalam keluarga, bahkan bersama adiknya sudah lama menjadi kader Golkar.

"Saya dengan None (Irman) sudah biasa mengikuti kontestasi pilkada, dan kita di keluarga sudah biasa momen seperti ini, kami pun berdua sudah lama di golkar jadi tidak ada masalah," katanya.

 
Berdasarkan pantauan, sebanyak enam bakal calon kepala daerah mengikuti tes wawancara di Sekertariat Partai Golkar Sulsel yakni Basli Ali dari Kabupaten Kepulauan Selayar.

Selanjutnya, Abd. Rahman Assegaf. Mantan Wakil Bupati Pangkep periode 2010-2015, Rahman Assegaf ikuti tahapan penjaringan untuk maju pilkada Pangkep 2020 mendatang.

Kemudian Prof Yusran Jusuf sebagai Dekan Fakultas Kehutanan Universitas Hasanuddin (Unhas), yang mencalonkan diri sebagai Bakal Calon Bupati Maros.

Lalu Yohanis Bassang putra asal Toraja Utara yang saat ini menjabat sebagai Wakil Bupati Mimika Provinsi Papua. Dia akan jalani tes wawancara untuk maju bertarung di Toraja Utara.

Dan Nurhasan, diketahui mantan calon Bupati Maros tahun 2015 lalu, juga mengikutu tes wawancara  penjaringan calon kepala daerah di Kabupaten Maros.

Dan Irman Yasin Limpo serta Sukriansyah Latif yang juga ikut menjalani tes wawancara yang akan maju sebagai Bakal Calon Wali Kota Makassar.

 
Pewarta :
Uploader: Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar