Tim tari dan musik tradisional Indonesia memukau penonton di Prancis

id Grup tari,Danadyaksa Budaya,Indonesia,Prancis

Tim tari dan musik tradisional Indonesia memukau penonton di Prancis

Penari membawakan tarian "Songsong Senom" saat Silaturahmi Dua Budaya, Madura-Prancis "Labâng Mèsem Le Spectacle 2018" Sumenep, Rabu (2/5) malam. Institut Francais Indonesia (IFI) bekerjasama dengan pemkab setempat menampilkan kolaborasi seni antara kelompok Prancis dengan seniman tari dan pencak silat Sumenep serta musisi Jawa Timur. (FOTO ANTARA/Saiful Bahri/mas/18).

London (ANTARA) - Grup tari dan musik tradisional dari Indonesia, Danadyaksa Budaya-SMP Labschool Cibubur di bawah bimbingan Tim Gantari Gita Khatulistiwa diundang tampil di panggung Disneyland Paris, Prancis, Minggu (3/11) petang, waktu setempat.

Pimpinan Tim Gantari Gita Khatulistiwa, Leo Mokodompit kepada ANTARA di London, Inggris Selasa mengatakan dalam kesempatan itu mereka menampilkan tiga tarian nusantara yang berhasil memukau pengunjung dan mendapatkan sambutan yang meriah dari pengunjung.

Ia menjelaskan penampilan grup tari dan musik tradisional Indonesia itu setelah mereka menyabet juara umum atau Grand Prix Winner dan juara I Kategori ‘"Mix Aged" dalam ajang International Folklore Festival and Competition bertajuk "Autumn Fairy-tale & Sympathy of Euro-park" yang diadakan International Youth Forum Festivals pada 29 Oktober 2019 di Kota Praha, Republik Ceko.

Kompetisi dan festival itu, katanya, diikuti tujuh negara dengan jumlah total penampil 20 grup. Komposisi tari yang dibawakan tim Danadyaksa Budaya adalah tari Kembang None dari DKI Jakarta, tari Tengkuluak Ditanai dari Sumatera Barat, dan tari Ratoh Jaroe dari Aceh.

"Seluruh tarian yang ditampilkan diiringi oleh permainan alat musik tradisional secara langsung," katanya.

Atas kemenangannya tersebut, katanya, Danadyaksa Budaya diundang untuk tampil di panggung Disneyland, Paris. Mereka menampilkan tiga tarian nusantara tersebut dengan sangat memukau sehingga mendapatkan sambutan meriah.

Ia menjelaskan untuk keenam kalinya SMP Labschool Cibubur mengirimkan duta budayanya melalui tim folklore Danadyaksa Budaya yang keikutsertaannya pada ajang bergengsi ini difasilitasi dan dilatih secara intensif selama dua bulan di bawah bimbingan tim Gantari Gita Khatulistiwa.

Tim yang tampil, katanya, terdiri atas 28 orang, yakni 19 orang penari, empat orang pemain musik, dua orang perwakilan guru, masing-masing seorang pelatih tari, pelatih musik, dan pimpinan kelompok.

Kepala Sekolah SMP Labschool Cibubur Mokhamad Taufiq, M.Pd, menyampaikan rasa bangga dan ucapan terima kasih untuk pencapaian yang sangat membanggakan ini.

“Rasa syukur dan bangga dari SMP Labschool Cibubur untuk Tim Danadyaksa Budaya yang telah meraih prestasi gemilang dalam ajang International Folklore Competition oleh anak-anak hebat yang menjadi duta budaya bagi bangsa Indonesia," katanya.

SMP Labschool Cibubur selama ini senantiasa berkomitmen dengan slogan “The Truly Indonesia School” untuk berupaya berpartisipasi dalam menjaga dan memelihara budaya dan tradisi Indonesia yang sangat kaya, beragam dan terkenal di mancanegara.

"Sehingga kita sebagai warga negara Indonesia turut serta berpartisipasi dalam mengharumkan nama Indonesia melalui budaya," katanya.

Sementara itu, "Event Manager"  nternational Youth Yorum Festival yang berasal dari Ceko, Anastasia Adeeva, menyampaikan rasa kagumnya atas penampilan tim Danadyaksa Budaya Indonesia.

“Teknik tari dan koreografi di Indonesia berbeda kelasnya karena Indonesia memiliki keragaman pulau dan daerah sehingga menghasilkan budaya yang sangat kaya,” katanya.

Ia juga menyampaikan tim Danadyaksa Budaya tampil secara spesial, di mana hanya grup-grup terbaik yang memenangkan festival di Ceko tersebutlah yang bisa tampil di panggung Disneyland.

Presiden International Youth Forum Festival, Ludmila Zuravleva juga turut menyampaikan ucapan selamat serta rasa terima kasih atas partisipasi dari tim Indonesia.

Ia bangga melihat tim Indonesia sangat ramah dan memiliki semangat yang tinggi dalam menampilkan dan mempresentasikan tarian dan musik tradisinya.

Tim Danadyaksa Budaya beberapa kali mengikuti festival folklore internasional yaitu pada tahun 2011 di Turki, 2014 di St. Petersburg meraih juara 1 Grand Prix di Rusia, tahun 2015 di Catalonia, Spanyol meraih juara Grand Prix, 2017 di Praha dan Vienna untuk Grand Festivals Magic Bridges of Vienna and Prague, dan tahun 2018 di Lloret de Mar, Spanyol.
 

 

Pewarta :
Editor: Laode Masrafi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar