Menristek usulkan pola kemitraan inti-plasma pada komoditas pertanian

id bambang brodjonegoro,menteri riset dan teknologi,rakornas kadin

Menristek usulkan pola kemitraan inti-plasma pada komoditas pertanian

Menteri Riset dan Teknologi Bambang Brodjonegoro (tengah) pada Pembukaan Rakornas Kadin bertema "Produktivitas dan Daya Saing Pertanian" di Jakarta, Selasa. (Mentari Dwi Gayati)

Jakarta (ANTARA) - Menteri Riset dan Teknologi Bambang Brodjonegoro mengusulkan agar pola kemitraan inti-plasma, atau kerja sama antara pengusaha skala menengah/besar dan petani rakyat dapat diterapkan tidak hanya pada komoditas sawit, tetapi komoditas lainnya di sektor pertanian.

Bambang menilai bahwa melalui konsep kemitraan inti-plasma, produktivitas komoditas pertanian dapat meningkat dan petani rakyat (plasma) mendapatkan jaminan bahwa hasil panennya terserap melalui pengusaha inti.

"Kesejahteraan petani bisa meningkat kalau ada kemitraan antara petani skala kecil dengan pengusaha skala besar yang dijalankan dengan baik," kata Bambang pada Rakornas Kadin di Jakarta, Selasa.

Bambang mengatakan saat ini memang konsep kemitraan inti-plasma sukses diterapkan oleh komoditas kelapa sawit. Namun komoditas lain, terutama dari produk hortikultura, seperti vanila, rempah-rempah, dan kakao dapat diterapkan dengan pendekatan kemitraan tersebut.

Menurut dia, kemitraan inti-plasma menguntungkan kedua belah pihak. Melalui kerja sama ini, pengusaha inti dapat memerhatikan dan memberikan pendampingan terkait cara, menanam, pemilihan pupuk yang baik, hingga pengolahan pasca panen kepada petani plasma.

Di sisi lain, petani plasma akan menghasilkan panen komoditas yang sama seperti pengusaha inti dengan kualitas yang sesuai standar, sehingga meningkatkan nilai tambah mereka.

Dengan terserapnya hasil panen ke pengusaha inti, petani kecil dapat terlepas dari pedagang perantara atau tengkulak yang justru merugikan mereka, dan membuat harga komoditas tersebut lebih mahal.

"Dengan kemitraan, selain kesejahteraan petani lebih baik karena harganya baik, konsumen juga tidak terkena margin tinggi sehingga inflasi dapat dikendalikan," kata Bambang.

Ia pun berharap agar para pengusaha di sektor agribisnis dapat memperluas dan mengintensifikasikan agar kemitraan inti-plasma dapat menjadi pengembangan sektor pertanian Indonesia.
 
Pewarta :
Editor: Suriani Mappong
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar