Pemkab Gowa gelar Job Fair 2019 untik tekan angka pengangguran

id Job Fair 2019 di Gowa,Pemkab gowa,Pengangguran

Pemkab Gowa gelar Job Fair 2019 untik tekan angka pengangguran

Wakil Bupati Gowa, Abd Rauf Malaganni saat membuka Job Fair 2019 di Pelataran Kantor Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Gowa, Jalan Poros Pallangga, Senin (11/11/2019). ANTARA/Humas Pemkab Gowa

Makassar (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, menggelar Job Fair 2019 untuk membuka peluang lapangan kerja bagi masyarakat dan menekan angka pengangguran salah satu faktor penyebab  kemiskinan.

Pameran bursa kerja tersebut juga merupakan rangkaian dari peringatan Hari Jadi Gowa ke-699 tahun.

Wakil Bupati Gowa, Abd Rauf Malaganni di Gowa, Senin, mengatakan Job Fair mempunyai nilai strategis karena dapat memberikan komunikasi dua arah secara langsung antara pengguna dan pencari kerja. Sementara dalam hal ini pemerintah bertindak sebagai fasilitator.

Lanjutnya, pada dasarnya perkembangan ketenagakerjaan di wilayah Kabupaten Gowa dari tahun ke tahun menunjukkan perkembangan yang cukup signifikan. Di sisi lain presentase tingkat pengangguran terbuka (TPP) berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) 2017.

Dalam hal ini TPP nya sebesar 20.453 jiwa atau turun 6,14 persen dari 2016, sedangkan pada 2018 sebesar 14.650 jiwa atau turun sebesar 4,80 persen.

"Hal ini tentunya terjadi berkat dari pelaksanaan Job Fair yang setiap tahun rutin kita laksanakan. Apalagi tahun ini telah memasuki tahun ketiga pelaksanaannya," katanya saat membuka Job Fair 2019 di Pelataran Kantor Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Gowa, Jalan Poros Pallangga.

Ia mengapresiasi dan mendukung penuh dengan digelarnya kegiatan ini yang merupakan wujud implementasi dan komitmen pemerintah daerah dalam menekan angka pengangguran di wilayah Kabupaten Gowa. Sekaligus sebagai proses penerapan sistem rekruitmen tenaga kerja secara transparan dan kompetitif.

Sementara, Kepala Disnakertrans Gowa Salehuddin Bachtiar mengungkapkan, dampak dari banyaknya pengangguran itu salah satunya yaitu mendorong peningkatan angka kriminalitas. Seperti, jika mereka tidak bekerja maka potensi untuk menjadi kriminal sangat besar.

"Inilah kenapa kita sangat serius menangani agar angka pengangguran dapat tertekan," ujarnya.

Selain itu program prioritas yang didorong dalam menekan angka tersebut yaitu, pelatihan keterampilan berbasis kebutuhan seperti kursus menjahit, tata rias pengantin dan lainnya. Penciptaan wirausaha mandiri melalui pelatihan kewirausahaan seperti para ibu-ibu yang memiliki keterampilan menjahit dan lainnya, penciptaan kesempatan kerja melalui kegiatan padat karya mandiri, serta upaya-upaya lainnya dalam konteks globalisasi.

Ia mengatakan, pada Job Fair 2019 ini pihaknya menyiapkan sekitar 2.034 lowongan atau meningkat 20 persen dari tahun lalu. Selain itu sekitar 40 perusahaan baik lokal maupun nasional. Job Fair 2019 ini akan berlangsung hingga Rabu (13/11) 2019 mendatang.

"Kami sangat membuka kesempatan bagi masyarakat atau para pencari kerja pada tamatan SMA dan sederajat serta sarjana strata satu (S1)," katanya.
 
Pewarta :
Uploader: Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar