Warga Pademangan berharap program Jumantik tidak dicoret

id Jakarta Utara,DPRD Jakarta

Warga Pademangan berharap program Jumantik tidak dicoret

Legislator DPRD DKI Jakarta Muhammad Taufik (dua kiri) dan Wali Kota Jakarta Utara Sigit Wijatmoko (kiri) dalam kegiatan reses di Kelurahan Pademangan Barat, Kecamatan Pademangan, Jakarta Utara, Senin (11/11/2019) (ANTARA/Fauzi Lamboka)

Jakarta (ANTARA) - Warga Kelurahan Pademangan Barat, Kecamatan Pademangan, Jakarta Utara berharap DPRD DKI Jakarta agar tidak mencoret program kader juru pemantau jentik nyamuk (Jumantik).

"Saya Kader PKK dan Posyandu selama ini tidak digaji, saya mohon program Jumantik juga tidak dicoret," kata Lina kepada legislator DPRD Jakarta, Muhammad Taufik saat reses atau menyerap aspirasi masyarakat Jakarta Utara, Senin malam.

Lina menjelaskan dirinya mewakili aspirasi para kader Jumantik yang berada di Kecamatan Pademangan yang ingin memastikan apakah program itu masih berlanjut di tahun 2020.

Wakil Ketua DPRD Jakarta Muhammad Taufik menegaskan bahwa program tersebut masih berlanjut dan tidak ada niatan pemerintah untuk menghapusnya.

"Kalau dibubarkan, nanti siapa yang akan mengurusi pemantauan jentik," kata Taufik.

Dia menjamin bahwa isu pembubaran kader Jumantik adalah bohong dan tidak benar, sehingga para kader tidak perlu khawatir.

Politisi Partai Gerindra itu menggelar reses yang dipusatkan di Sekretariat Muhammad taufik Center (MTC) itu dihadiri Wali Kota Jakarta Utara Sigit Wijatmoko, asisten Pemkot Jakarta Utara, Camat Pademangan hingga ratusan masyarakat di wilayah tersebut.

"Saya mengucapkan terima kasih, atas dukungan masyarakat Pademangan yang masih mempercayai saya sebagai perwakilan masyarakat di DPRD," kata Taufik.

Sementara itu, Wali Kota Jakarta Utara Sigit Wijatmoko mengatakan reses sebagai bentuk interaksi dan silaturahmi antara para wakil rakyat dengan masyarakat.

"Pemerintah dan masyarakat perlu melakukan kolaborasi untuk perubahan yang lebih baik lagi," harap Sigit.
Pewarta :
Editor: Suriani Mappong
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar