ACT kutuk keras serangan Israel di Gaza

id ACT, Serangan Israel, Gaza

ACT kutuk keras serangan Israel di Gaza

Direktur Eksekutif Global Humanity Response Bambang Triyono memberikan paparan dalam Konferensi Pers Palestine Under Attack di Menara 165 Jakarta, Kamis (14/11/2019). (ANTARA/Katriana)

Jakarta (ANTARA) - Organisasi kemanusiaan global Aksi Cepat Tanggap (ACT) mengutuk keras serangan Israel di Gaza yang telah menewaskan 32 warga Palestina dan sepertiga di antaranya adalah warga sipil.

"ACT mengecam apa yang dilakukan Israel terhadap Palestina," kata Ketua Dewan Pembina ACT Ahyudin dalam Konferensi Pers Palestine Under Attack di Menara 165 Jakarta, Kamis.

ACT mengecam keras serangan Israel yang dilakukan terutama menjelang musim dingin di Palestina.

Dia melihat permasalahan itu bukan lagi masalah ringan karena sudah berlangsung setiap tahun dengan eskalasi yang semakin meningkat.

ACT berjanji akan lebih masif lagi menyalurkan bantuan bagi warga Palestina, terutama menyusul serangan dari Israel yang dimulai sejak 48 jam terakhir dan telah menewaskan 32 orang.



"Kami sudah berikan instruksi kepada relawan dan mitra-mitra kami di Gaza untuk memastikan pendistribusian bantuan medis, kesediaan pangan dan bantuan lainnya," ujarnya.

Sebelumnya, serangan Israel ke wilayah Gaza, Palestina yang telah dimulai sejak Selasa menewaskan komandan lapangan Jihad Islam, memicu gempuran roket lintas perbatasan oleh kelompok tersebut dan serangan susulan Israel.

Direktur Eksekutif Global Humanity Response Bambang Triyono mengatakan bahwa berdasarkan laporan yang diterima ACT langsung dari Palestina, 32 warga Palestina yang sepertiga di antaranya merupakan warga sipil, tewas akibat 94 serangan udara dan 21 serangan artileri dari Israel.

Dari 32 korban tewas tersebut, beberapa di antaranya adalah anak-anak dan perempuan, dengan 85 korban lainnya mengalami luka-luka.

Selain menewaskan puluhan orang, serangan Israel di Gaza juga menghancurkan sekitar 48 rumah hingga rata dengan tanah dan beberapa lainnya hanya tersisa puing-puing.*

Pewarta :
Editor: Laode Masrafi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar