ACT galang bantuan bagi warga Gaza pascaserangan Israel

id ACT, Galang Bantuan, Gaza

ACT  galang bantuan bagi warga Gaza pascaserangan Israel

Sejumlah pembicara dari ACT berfoto bersama dalam Konferensi Pers Palestine Under Attack di Menara 165 Jakarta, Kamis (14/11/2019). (ANTARA/Katriana)

Jakarta (ANTARA) - Organisasi kemanusiaan global Aksi Cepat Tanggap (ACT) menggalang dana dengan mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk memberikan bantuan bagi warga Palestina, pascaserangan Israel di Gaza yang menewaskan 32 orang.

"Kami mengajak sahabat dermawan sekalian untuk turut andil dalam upaya bantuan ini," kata Presiden ACT Ibnu Khajar dalam Konferensi Pers Palestine Under Attack di Menara 165 Jakarta, Kamis.

Dia mengatakan serangan Israel di Gaza pada Selasa semakin menambah beban penderitaan warga Palestina yang belum pulih dari serangan-serangan sebelumnya.



Terlebih, ancaman musim dingin yang segera datang akan semakin menambah perih penderitaan mereka.

Menanggapi serangan di Gaza yang telah menyebabkan puluhan orang tewas dan puluhan lainnya luka-luka, ACT telah mendirikan posko First Respons di 10 titik untuk memberikan pertolongan pertama bagi para korban serangan.

ACT juga telah rutin mendistribusikan sekitar 2.000 bantuan pangan dan akan terus meningkatkannya hingga 3.000 atau 4.000 paket bantuan lagi dalam beberapa hari ke depan.

Mereka juga telah memberikan santunan kepada sekitar 25 keluarga korban dengan masing-masing mendapatkan 2.500-3.000 dolar Amerika atau sekitar Rp35,2 juta hingga Rp42,2 juta.



Selain itu, menjelang musim dingin, ACT juga telah menyalurkan bantuan pakaian hangat kepada sekitar 500 keluarga sejak akhir Oktober.

"Targetnya sebanyak-banyaknya tentunya," katanya.

ACT, katanya lebih lanjut, akan terus berkomitmen untuk mengirimkan bantuan dan memastikan agar warga Gaza dapat melewati musim dingin dan eskalasi serangan tanpa dihantui kondisi yang mencekam.

"Oleh karena itu berharap umat Islam di Indonesia dan seluruh Muslim di dunia peduli dengan saudara-saudara kita di Palestina," katanya.

Pewarta :
Editor: Laode Masrafi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar